Oleh: Rojwa Legiana Rachmiadi

Memiliki keterampilan membuat desain grafis, tetapi bingung bagaimana cara memanfaatkannya? Sebagai seorang remaja yang kini berusia 16 tahun, saya selalu menggemari hal-hal yang berbau kesenian visual. Di era digital ini, sudah tak asing lagi bahwa ada banyak kemudahan bagi pelaku desain grafis untuk berkreasi melalui teknologi dan internet. Sayangnya, penggunaan teknologi di Indonesia yang seharusnya bersifat positif dan produktif, malah terbuang begitu saja dengan mengunggah hal-hal yang tidak bermanfaat.

Advertisement

Sejak kecil, saya selalu antusias dengan kegiatan menggambar, melukis, dan mewarnai. Bermula di kelas lima SD saya mulai bereksperimen dalam dunia desain digital, yaitu melalui iPod. Saya mengunduh aplikasi-aplikasi menyunting foto, dan menggambar dengan hanya menggunakan sentuhan satu jari. Kemudian, pada kelas enam SD, saya baru berkenalan dengan aplikasi Photoshop, belajar mandiri melalui YouTube dan berteman melalui berbagai komunitas online.

Meski proses tersebut memakan waktu berjam-jam seperti pemilihan warna dan komposisi pola yang tepat, saya tetap menikmati itu semua sebagai sebuah proses kreatif. Selagi muda, kita bisa memperluas pemanfaatan teknologi masa kini sebagai suatu hal yang positif dengan berkreasi. Berikut ini adalah beberapa tips dalam memanfaatkan hobi desain grafis bagi remaja.

Menemukan peluang desain sekecil apapun di pelajaran sekolah

Advertisement

Sebelum terjun ke dunia digital, alangkah baiknya jika kita memahami konsep desain grafis terlebih dahulu melalui pelajaran-pelajaran di sekolah. Semua jenis mata pelajaran pasti membutuhkan sebuah penggambaran; baik berupa angka, bentuk, maupun diagram. Proses tersebut memungkinkan kita untuk menyesuaikan antara isi penjelasan dengan visualisasinya.

Faktanya, seseorang yang memiliki keterampilan desain grafis cenderung merupakan visual learner, atau seseorang yang lebih mudah menyerap materi pelajaran melalui bantuan visual agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan.[i] Berikut ini adalah dua hal terpenting yang akan membantu dalam memahami pelajaran sekolah sebagai seorang visual learner:

a. Mencatat dengan berbagai warna: Dari sejumlah warna-warna yang ada, tentukanlah warna mana yang akan digunakan untuk suatu tipe informasi yang spesifik. Contohnya saat mempelajari buku sejarah, gunakanlah warna biru untuk tahun, merah untuk tokoh, dan hijau untuk peristiwa penting. Metode ini akan membantu anda untuk mengidentifikasi dan membedakan informasi yang tersimpan di dalam otak. Akan tetapi, hindari penggunaan warna yang terlalu banyak karena bisa menjadi tambah memusingkan.

b. Menggambar simbol untuk memperkuat daya ingat: Secara berurutan, tulislah gagasan yang ingin diingat, dan gambarlah suatu simbol yang akan mewakili isi dari gagasan tersebut. Untuk menguji ingatan anda, tutupi catatan dan gambaran anda, dan cobalah untuk mengingat kembali simbol yang telah anda gambar secara berurutan. Secara tidak langsung, gambaran itu menjadi patokan dari gagasan yang akan anda ingat.

Inisiatif berpartisipasi dalam organisasi dan acara sekolah

Jika anda belum pernah atau jarang sekali menjadi panitia dari acara sekolah, ini adalah saatnya. Biasanya, sebuah acara akan membutuhkan poster, flyer, logo, dan media-media promosi lain. Meski terlihat mudah, membuat media promosi itu cukup sulit dan menantang, karena desain yang kita buat harus menarik perhatian orang lain dalam hanya beberapa detik. Jika tidak cukup menarik, maka orang-orang akan melewati poster tersebut begitu saja.

Dengan berpartisipasi dalam acara sekolah, sebagai seorang desainer, kita tidak hanya belajar mengenai teknik-teknik desain untuk acara-acara tertentu, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan klien atau penggagas acara tersebut. Belajar cara mendengarkan, mengemukakan ide, berkompromi, menyampaikan pendapat yang berbeda tanpa menyakiti perasaan orang lain, dan berdiskusi.

“Magang” di sebuah perusahaan

Meski magang ini biasa dilakukan untuk mahasiswa kuliahan, ternyata remaja-remaja SMA juga bisa lho. Namun, banyak sekali perusahaan-perusahaan di Jakarta yang enggan membayar anak SMA karena cenderung terlalu muda dan belum dapat mencapai ekspektasi terbaik mereka dari seorang karyawan. Tetapi, jangan jadikan itu sebagai sebuah kendala untuk mencoba magang. Meski tidak dibayar, hal tersebut akan menghasilkan sebuah pengalaman mengenai profesi apakah yang sebenarnya cocok untuk anda.

Untuk menentukan perusahaan manakah yang cocok untuk menjadi tempat magang anda, mulailah dari hubungan dekat seperti keluarga atau teman. Bisa jadi perusahaan tante, om, teman dari tante, bapak dari teman, dan relasi lainnya akan memudahkan proses diterimanya anda untuk magang. Saat ingin melamar untuk memagang, siapkanlah sebuah portfolio berisi karya-karya anda sebagai visualisasi keahlian yang anda miliki. Sebaiknya, portfolio harap disesuaikan dengan keahlian yang dibutuhkan di perusahaan tempat anda melamar untuk magang.

Mulai membuka jasa desain

Setelah sudah sering membuat desain dan berteman dengan orang-orang sekitar, terkadang orang-orang akan meminta anda untuk membuat sebuah desain, baik untuk kebutuhan pribadi maupun komersial. Untuk pemula seperti saya, upah yang didapatkan tentunya mulai dari kecil, hingga suatu saat nanti upah tersebut bisa berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman dan keahlian. Semakin mahir dan tinggi kualitas sebuah desain, tentunya akan semakin tinggi pula nilai pekerjaan yang akan dihasilkan.

Hingga saat ini, masih ada banyak sekali orang-orang yang meremehkan keterampilan desain grafis karena terlihat seperti sesuatu yang mudah; suatu konsep yang hanya menggabungkan sebuah gambar dengan pesan yang ingin disampaikan. Sama saja seperti diantara banyak orang berbakat yang bisa menggambar rumah, hanya sebagian kecil yang bisa menjadi arsitek.

Memang betul, semua orang bisa membuat sebuah poster dengan mudah. Tetapi, siapakah yang akan menjamin bahwa poster tersebut akan langsung di mengerti oleh orang awam yang sedang melewatinya? Saya percaya bahwa dengan kemudahan akses Internet dan teknologi yang ada di kota-kota urban Indonesia saat ini, akan ada banyak calon-calon penerus bangsa yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Tidak semua orang bisa memiliki keterampilan desain grafis, jika anda merasa bisa, tunggu apa lagi? Bagi penggiat desain grafis, mari kita kembangkan kreativitas dengan memanfaatkan teknologi terkini!

Sumber:

[i] https://www.youthmanual.com/post/dunia-sekolah/akademik/ciri-ciri-seorang-pelajar-visual-kamu-termasuk-nggak

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya