Dear Diary,

Saat itu waktu sedang malam dan aku akhirnya mengunduh aplikasi Bigo yang lagi terkenal di semua kalangan. Akhirnya akupun membuka aplikasi tersebut dan aku bertemu seseorang lewat video call dari aplikasi tersebut, nama orangnya Salsabila. Dia berasal dari Kalimantan Barat dan berumur 18 tahun.

Advertisement

Tahun 2018 ini dia akan memasuki umur 19 tahun, kesan pertamaku aku berpikir
"Ahh paling nanti gue langsung di skip"
"Paling cari yang ganteng".

Soalnya aku main aplikasi bigo hanya untuk mencari teman berbicara, karena pada malam itu aku sedang di Surabaya dan aku tidak mempunyai teman berbicara. Yah bisa dibilang juga gak punya teman. Ibaratnya seperti itu lah.

Dan ternyata apa yang aku pikirkan tidak benar dan aku salah, sampai akhirnya kita saling berbicara,saling bertukar pikiran dan aku pun langsung membuka diri. Dia pun perlahan membuka diri, sampai di suatu titik dia menangis karena aku berbicara sesuatu tentang dirinya, perasaannya, dan hatinya. Walau aku pun sendiri tidak tahu, apakah aku memasuki hatinya atau tidak?

Advertisement

Dan akhirnya pembicaraan kita berlanjut ke media sosial Whatsapp. Setiap hari aku dan Salsabila video call, bercanda, membicarakan sesuatu yang tidak penting dan entah kenapa dari keunikannya yang gak gampang tertarik dengan laki-laki lain, apa adanya, suka bercanda, asik, cepat akrab, membuatku tertarik dengannya.

Padahal di posisi itu aku sedang menutup hati dan sejak pembicaraan itu aku mulai membuka hati,aku mulai tertarik dengannya,walau dia jauh aku merasa nyaman berbicara dengannya dan aku pun bertanya,
"Apa aku harus buka hati lagi?"
"Apa aku harus menyakiti perempuan yang aku sukai dengan cara ku yang tidak ku sadari?"

Mungkin kedengarannya alay, tapi aku juga menulis ini untuk mewakili perasaanku yang bimbang dan aku memang merasa nyaman dan entah kenapa aku juga berpikiran aku ingin menjalin hubungan dengan dia.
Apa karena aku menyukainya? Apa hanya karena aku mencari pelarian?
Di situ perasaan ku menjadi bimbang, dilema karena perasaan yang sudah lama tidak kurasakan muncul lagi.

Tetapi sejak aku kenal dia walau dari media sosial, aku mulai percaya, aku mulai bangkit, aku mulai punya harapan, dan aku berani melangkah. Dia unik, dia gak cantik, dia manis, dia bisa membuatku bangkit dari penyesalan atas kesalahan yang aku lakukan di masa lalu. Dari situ akhirnya aku memutuskan bahwa aku menyukainya dan aku pun tidak berharap lebih bahwa dia akan menyukai ku atau apapun itu. Tetapi aku ingin menyampaikan sesuatu pada dia di saat dia membaca cerita yang ku buat ini.

Cuy, gue suka sama lu dan maafin gue kalo punya perasaan ama lu. Mungkin alay kata-kata gue dan gue minta maaf kalo lu ngerasa jijik saat baca artikel ini. Tapi jujur, gue nulis ini karena ngewakilin perasaan gue buat lu dan gue berterima kasih banget ama lu karena buat gue percaya.

Gue suka pas denger lu nangis lewat telfon tapi bukan berarti gue suka klo lu nangis. Maksud gue itu gue suka lu berani ngeluarin isi hati lu dan gk di pendem terus-terusan. Lu lebih jadi diri sendiri lagi, gak kayak sebelumnya yang senyum kagak ikhlas, terus masih mikirin masa lalu lu ama mantan wkwkwk.

Sorry klo gue ngomong gini cuman gue pingin liat lu ketawa terus lebih banyak senyum. Gue berharap ketemu lu saat kita kenalan tapi mungkin sudah jalannya kita dipertemukan lewat media sosial yah gapapa lah wkwk.

Dan gue berharap lu dapet laki-laki yang nerima lu apa ada nya, laki-laki yang mau menghormati lu sebagai perempuan dan yang mau memperlakukan lu layak nya orang yang bener-bener dicintai. Dan gue juga mau ngomong bahwa lu gue anggep orang yang spesial bagi gue hehehe. Jadi bangkit yah jangan pikirin masa lalu terus, hidup masih panjang jadi berjuang yak! Gue sayang ama lu cuy hehehe"

"Someone special doesn't mean you must be with that person"

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya