Semuanya berlalu dalam sekejap, seperti cuaca yang tidak menentu, kadang panas kadang mendung. Tapi hati belum berubah, masih seperti saat lalu. Masih pada penantian, berharap hati akan ditumbuhi bunga-bunga yang bermekaran, bak musim semi yang indah. Tapi dalam keadaan bimbang, aku sadar ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang tidak seharusnya ada dan terjadi, yakni sebuah hubungan yang salah.

Kami dipertemukan untuk saling mengenal, kami mengenal untuk saling mengerti satu sama lain. Tapi kami bersama, tidak untuk dipersatukan. Seperti itulah yang terjadi pada hubungan kami. Pertemuan kami singkat, termasuk perkenalan kami. Tapi sesingkatnya kami mengenal, luka yang ditimbulkan lebih dalam dari perkenalan kami.

Sebuah takdir Tuhan yang tidak bisa dicegah adalah pertemuan dan perkenalan kami. Namun, hal yang bisa dicegah adalah kebersamaan kami. Sungguh, aku seharusnya bisa menghindari itu. Bila saja keteguhan hati lebih kuat untuk bertahan menghindari kebersamaan itu, bila saja hati tidak semudah kertas yang robek setidaknya hal itu tidak terjadi. Tapi perasaan tetap perasaan, sekalipun aku terlihat seperti menutup hatiku aku tak bisa membohongi perasaanku.


Aku tidak menyalahkan perasaanku, perasaannya, bahkan ketentuan yang telah diberikan Sang Pencipta kepadaku. Tidak akan menyalahkan siapapun bahkan apapun, karena semua ini adalah keinginan dari hati kami, dan tanpa paksaan dari pihak manapun.


Ku coba menganggap semua ini adalah cerita indah di masa lalu, seperti kisah Cinderella yang melewati masa buruk hingga mendapatkan masa terindahnya. Dan aku selalu percaya hal terbaik akan datang seiring berjalanny waktu.