Alasan Kenapa Lebih Baik Pergi ke Psikolog daripada Cerita ke Teman. Karena Kadang Kita Tak Cuma Butuh Didengarkan

pergi ke psikolog

Semua orang memiliki masalah, apalagi orang dewasa, entah quarter life crisis, mid-life crisis apapun itu. Intinya semakin beranjak dewasa dan semakin banyak berinteraksi dengan manusia, kita akan menemui banyak masalah. Selama kita hidup, masalah akan terus ada, ibarat kata peribahasa, mati satu tumbuh seribu.

Advertisement

Nah, masalah-masalah ini jika kita pendam sendiri atau berusaha lari darinya, tidak akan pernah selesai jadinya. Selama kita belum dapat menanganinya dengan baik, hal yang sama akan terus berulang. Jika kita pendam saja di hati, tanpa dikeluarkan, bisa jadi akan menganggu mental kita yang nantinya membuat tubuh kita sakit. Itulah mengapa mengeluarkan keluh kesah sesekali tidak apa-apa.

Orang-orang biasanya akan cenderung bercerita kepada orang terdekat, contohnya teman atau orang tua. Bercerita sedikitnya akan membuat mereka merasa sedikit lebih tenang, membuat beban mereka sedikit berkurang dengan mengeluarkan emosi negatif dalam diri. Namun ada kalanya, setelah bercerita kita bisa menjadi lebih depresi karena tanggapan teman yang seolah tidak peduli dan tidak mendengarkan, atau bahkan yang lebih parah membuat kita merasa di-judge. Itulah kenapa ada baiknya memilih untuk pergi ke psikolog dibandingkan menuangkan keluh kesah ke teman. Psikolog profesional akan dapat memiliki sikap asertif dan mendengarkan kita dengan penuh empati tanpa menghakimi.

Selain itu dengan pergi ke psikolog, kita akan diberikan saran bagaimana mengatasi masalah-masalah kita dengan regulasi emosi yang baik, re-directing pola pikir negatif ke positif, meditasi dan terapi lain yang sesuai dengan masalah yang kita hadapi saat itu. Sehingga kita tidak sekedar bercerita, tapi kita juga mencari solusi yang tepat agar masalah ini tidak terjadi untuk kedua kalinya, dan jikalau terjadi kita bisa mengatasinya dengan baik tanpa bantuan siapapun.

Kadang pula kita bisa merasa tersakiti dengan komentar teman atas cerita kita. Hal ini terutama akan membuat kita lebih merasa sakit karena yang menlontarkan adalah teman kita sendiri yang kita percayakan untuk bercerita. Dengan bercerita ke psikolog, walaupun ada kemungkinan hal seperti ini juga terjadi, bisa saja ada komentar yang mungkin menyiratkan luka di hati kita, setidaknya besok-besok kita tidak akan bertemu dengannya lagi, kita tidak perlu datang ke psikolog yang sama kedepannya. Kita bisa mencari dan berganti ke Psikolog yang kita rasa lebih tepat dan cocok.

Alasan lain, kita tidak akan tahu apakah teman yang kita ceritakan akan benar-benar menjaga kerahasiaan cerita kita, bisa saja suatu hari dia 'keceplosan' bercerita ke orang lain. Menjaga rahasia bagi sejumlah orang itu sulit. Kadang ada juga yang sengaja mengorek-ngorek untuk mendapatkan bahan gosip untuk digunjingkan saat pembicaraan dengan yang lain. Kita tidak pernah tahu, bisa saja teman yang terlihat baik didepan, terlihat membela kita didepan, ternyata tidak seperti itu di belakang, bisa saja mereka hanya berpura-pura baik saat berinteraksi, tetapi menusuk dari belakang. Kita tidak pernah tahu, biarpun sudah lama berteman, bisa saja hal-hal seperti itu terjadi.

Advertisement

Dengan bercerita kepada professional, salah satunya psikolog, kita bisa meminimalisir kejadian seperti diatas, karena professional memiliki kode etik untuk tidak memberikan informasi apapun terhadap kliennya, dan jika mereka memberikan, kita bisa menuntut mereka ke meja hijau. Tentunya mereka tidak mau melakukannya jika tidak ingin izin praktiknya dicabut.

Namun, tentu saja kita harus mengocek uang lebih jika kita ingin pergi ke psikolog, dibandingkan dengan cerita ke teman yang tidak memerlukan biaya sama sekali, pergi ke psikolog perlu mengalokasikan sejumlah dana yang tidak sedikit, ratusan ribu rupiah per jam. Tapi tenang saja sudah banyak kok aplikasi online seperti halodoc, Ibunda.id, riliv, dan platform online lainnya yang menawarkan konseling dengan profesional seperti psikolog dan psikiater dengan harga terjangkau secara online.

Beberapa puskesmas juga memiliki pelayanan konseling dengan psikolog, seperti puskesmas Mampang, Puskesmas Pasar Minggu dan sebagainya dengan harga selayaknya harga puskesmas. Jadi tiada alasan lagi untuk memendam semua masalah sendiri. Ingat ungkapan di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat? Yuk menyehatkan jiwa. Salam sehat jiwa!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

une femme libre

CLOSE