“Tya bagaimana ini? Si dia begitu lagi.” Dengan polosnya temanku bercerita tentang seseorang yang amat dicintainya itu melakukan kesalahan dan menyakiti hatinya (lagi).

“Sudahlah lepaskan saja, hatimu butuh bahagia. Jika dia tidak bisa membuat hatimu bahagia, kenapa kamu masih mau bertahan?” Setelah aku berkata seperti ini dia langsung diam, entah sedang berpikir atau sedang kesal atas ucapanku tadi.

Beberapa menit dia masih diam dan saat aku melihat ke arahnya ternyata dia sedang menangis.

“Loh, kamu kenapa? Tuh kan, tak ada cinta yang membuat orang yang mencinta menangis, sudah lupakan saja, tinggalkan saja,” ucapku seketika saat melihatnya seperti itu.

Tanpa berpikir panjang, dia membuat jawaban-jawaban klise untuk alasan kenapa dia tidak mau melepaskannya.

Advertisement

“Aku tidak bisa melepasnya Tya, karena aku….”

“Aku masih sayang sama dia.”

Kamu bilang ini semua karena rasa sayang? Sejak kapan rasa sayang itu bisa menyakiti diri sendiri? Setahuku jika kita memiliki perasaan sayang kepada seseorang, kita akan merasa bahagia bukan malah merasa tersiksa seperti ini. Kamu menyayangi dia, tetapi kenapa kamu mau menerima kesalahan dan perlakuan menyakitkan yang sama? Sudahlah tinggalkan saja, hatimu butuh kebahagiaan dan kelegaan.

Advertisement

“Kalau sudah sayang susah untuk berhentinya!”

Bukannya masalah susah atau tidaknya sih, tapi mau atau tidaknya untuk lepas dari masalah rumit yang satu ini. Sekali lagi hati kita berhak untuk benar-benar bahagia tanpa harus berpura-pura bahagia dengan orang yang tidak sama sekali memikirkan bahagia hati kita. Kadang logika sama hati bertolak belakang, tetapi jangan sampai logika buta karena hati menutup pikiranmu. Pahamilah dengan baik, cinta yang baik akan membuatmu merasa baik saat mengingatnya.

“Kamu tidak merasa apa yang aku rasa, Tya!"

Aku pernah merasakannya beberapa tahun yang lalu. Saat merenung lagi, aku memahami banyak hal. Ternyata, cara terbaik untuk membuat diri bertahan adalah dengan berjalan. Mencari lagi bahagia baru. Bukan memaksa menetap dengan seseorang yang tidak lagi bisa merasakan rindu. Orang yang tidak lagi peduli pada perjuanganku. Bukan mempertahankan orang yang seperti dia, yang hanya ingin semuanya segera berlalu. Sementara -waktu itu- aku sama sekali tidak peduli, sebab yang aku ingini kamu tetap di sisi menemani. Cinta kamu atau tidak, aku hanya ingin kamu tetap ada. Kini, semua itu terasa betapa bodohnya aku dulu. (Boy Chandra)

“Terus aku harus melakukan apa?”

Yasudah lupakan saja. Dengan kamu melupakan, kamu akan memiliki hati yang tenang dan bisa merasa bahagia. Bukan seperti ini, menangis dan terus-terusan bersedih. Berupaya melupakan memang bukan hal yang mudah, apalagi sudah sayang dengannya. Marilah berjuang melupakan dan mengikhlaskan seseorang yang sudah sering menyakiti. Percayalah ada seseorang yang dengan diam-diam memperhatikanmu, mendoakan kebaikanmu dan mengawasimu setiap waktunya. Kamu saja yang tidak sadar akan kehadirannya. Pernah tidak kamu memergoki seseorang tengah memperhatikanmu? Lalu saat kamu melihat ke arahnya, dia langsung salah tingkah. Pernah tidak melihat kejadian seperti itu? Kalau pernah, sudah tinggalkan dia yang membuatmu sakit hati dan mulai bersyukurlah, karena kamu baru saja membuat jantung seseorang berdebar lebih cepat dari biasanya.

Semakin lama kamu memaksa, semakin dalam kamu terluka!

Kamu jangan hanya fokus dengan dia yang menyakitimu, coba sekali-kali kamu keluar rumah lalu berjalan sendirian sembari menikmati bermacam muka yang lewat dan berpapasan di hadapanmu. Kalau tidak ikutlah organisasi atau bergabung dengan komunitas yang kamu minati. Agar kamu bisa merasakan dunia ini luas, dunia ini seru, saat kamu melepas dia, dunia ini juga tidak akan berhenti berputar. Pada nyatanya kamu akan bertemu dengan banyak orang kembali dan tidak menutup kemungkinan kamu akan merasa jatuh cinta lagi, kamu akan bersemangat lagi, dan kamu akan benar-benar merasakan hidup kembali setelah kamu bergabung di salah satu organisasi atau komunitas yang kamu minati. Percayalah. Karena, saat ini aku sedang merasakannya….

Hati kita butuh bahagia, kawan..

"Apasih bahagia itu? Dari mana datangnya bahagia?"

Bahagia ialah perasaan dimana kita tidak terpaksa saat melakukan suatu hal, kita tidak merasa sakit hati saat kita harus menggunakan hati, kita akan selalu tersenyum saat melihat sesuatu yang berhubungan dengan orang tersebut. Kita akan merasa deg-degan bahkan kita bisa menjadi tidak waras kembali saat bertemu dengan orang tersebut. Bukannya seru perasaan yang seperti ini? Itulah bahagia dan sebenarnya, bahagia itu hanya diri kita yang mampu menciptakannya. Karena hanya kitalah yang bisa mengatur suasana hati kita sendiri, bukan orang lain!

Yuk, tinggalkan saja.