Hello,,,,

Teruntuk kamu yang tersebut dengan panggilan si "Manusia Abtrak"

Advertisement

Ada banyak tanya yang masih bergelantung bebas di benak

Semakin dan semakin banyak yang tak kunjung lepas beroleh jawab

Biarlah tanya itu tetap di sana hingga waktu memberi jawaban yang dicarinya. Namun kali ini, tak lagi tanya yang akan disematkan dan bukan lagi perkara menunggu sebuah jawab. Berterima kasih untuk semua waktu adalah lembaran terbaik dari sebuah buku tentangmu.

Advertisement

Terima kasih karena sudah hadir di skenario kehidupan

Berterima kasih pada sang pemilik hidup tentunya hal pertama yang dilakukan, lalu terucap padamu. Ya… Terima kasih karena sudah bersedia datang dan menghampiri dunia yang ku miliki. Hadirmu bukanlah sebuah paksaan atau permintaan. Tapi memang jalan yang sudah digoreskan. Datang pada waktu yang mungkin tepat bagi si Pemberi Keputusan. Waktu memberimu kesempatan untuk berbagi tentang skenario yang saat ini dijalani.

Terima kasih untuk melodi indahmu

Terima kasih karena kala itu menciptakan pagi yang berbeda untukku. Sebuah kiriman rekaman yang mencipta pagi indah untuk dinikmati. Mendengar senandung lembutmu, seketika mencipta suasana syahdu untuk berimajinasi dan membiarkan jiwa mulai melayang bersama nada-nada indah itu (saat itu detak jantung berdegub kencang da nada rasa yang mulai hadir di sana).

Ahh,, Bagaimana bisa kamu begitu tahu, tentang kesukaanku menikmati musik. Sejak saat itu, lembaran tentang nada-nada dan syahdu melodimu mulai mengambil bagian dan semakin membuat candu. Ya, melodi-melodi itu menjadi alarm pengantar tidur dan penyambut pagi hari-hari yang terlewati. Petikan yang begitu saja menerobos hati dan mencipta rasa nyaman tersendiri di sana. Sampai detik ini, ritual itu masih saja berlaku dimana melodimu menjadi bagian dari rutinitas.

Terima kasih karena bisa menjadi alarmmu

Bukankah semua makhluk memiliki sisi yang tak selalu sempurna. Bukankah ada waktu untuk setiap insan mengalami masa kelam. Yaa, menjadi alarm yang kamu percayakan untuk bisa berpisah dari sepotong bara itu adalah satu kebanggan untukku. Terima kasih karena sudah berusaha memutus hubungan dengannya. Meskipun belum seutuhnya Tak apa, dirimu sudah melakukan yang terbaik hingga detik ini. Semuanya punya waktu dan proses. Menjadi alarmmu disetiap waktu juga lembaran indah yang ada dibuku tentangmu. Kau tau… detik ini juga benak masih memikirkan itu. Amankah? Tergodakah?

Terima kasih menjadi pasangan ibadah

Konyol memang, hanya saja diantara list kehidupan yang belum dirasakan bagian itu berhasil di beri tanda centang olehmu. Terima kasih karena sudah bersedia menjadi teman pria untuk datang mengucap syuukur ke altarNya. Itu bukan hal yang mudah ternyata. Berkali kali jantung memborbardir raga dengan perasaan tidak menyangka. Ahh…mimpikah ini? Namun, kucoba tenangkan diri yang sejujurnya tidak karuan. Entah ini terlalu bahagia atau terlalu grogi.

Hanya saja duduk bersama denganmu melantunkan pujian bagiNya adalah kisah indah yang sangat membuat nyaman. Berkali kali ingin diulang lagi dan lagi. Kau tau, di sisimu dan saat bersamamu diam-diam ku sematkan namaMu di dalam pertemuanku denganNya. Dan itu untuk kesekian kalinya, dirimu menjadi perbincangan indah denganNya.

Terima kasih untuk hatimu

Waktu berjalan begitu baik. Perlahan lahan dan melukiskan semua cerita seperti yang diinginkannya. Lembaran-lembaran tentangmu semakin bertambah disetiap detik waktu yang terlewati. Yaa… satu demi satu ada saja goresan kisah yang tercipta. Tentang sebuah tanya di malam itu. Tentang sebuah pengakuan dan kejujuran adalah lembaran yang paling indah dari sebuah buku tentangmu. Terima kasih untuk titipan indah itu. Titipan yang akan selalu tertata baik di sebuah tahta kerajaan hati. Titipan yang akan kumohonkan agar diperkenankan olehNya. Membawanya disetiap perjalanan yang akan ku lewati dan menggenggamnya disetiap musim yang dilalui. Lalu bagaimana dengan sebuah rasa yang berlari padamu? Akankah dijaga olehmu? Akankah dia juga punya tahta terbaik di kerajaan milikmu?

Terima kasih untuk moment 080818

Tentang tangal unik yan takkan terulang maka kita cipta sebuah kenangan indah kala itu. Yaa, bahagia yang benar benar bahagia, untuk pertama kalinya bertatap wajah denganmu, hanya dengan empat mata , ditemani oleh sahabat sejatimu yang kala itu juga inginku kenal lebih dekat. Sembari bermain dengan sidia mencoba belajar memetikkan melodi yang nayatanya cukup sulit. Begitu nyaman. Diam-diam ku pandangi wajahmu yang membawa suasana semakin terhanyut. Detak jantung lagi lagi tak beraturan, kala sandaran itu benar-benar terasa. Bagaimana aku mempercayainya? Akhirnya waktu memberi kesempatan untuk sejenak bahagia dari segala penat kehidupan. Nyatanya jiwaku benar benar sudah jatuh hati pada sosok abstrakmu. Terima kasih karena lembaran ini menjadi lembaran emas di sebuah buku tentangmu.

Terima kasih untuk semua tanya

Hingga akhirnya waktu menyematkan sebuah tanya di antara lembaran-lembaran ceritamu. Yaa,,, dari sekian lembaran bahagia ternyata lembaran ini harus juga ada. Sosokmu yang ku kenali perlahan semakin semu dan mulai hilang. Ada banyak tanya yang tergores. Kau tahu,,, untuk bagian ini waktu menyuruhku untuk menahan diri. Bertahan bersama semua tanya yang semakin menggerogoti. Terima kasih untuk diammu, karena dengan begitu jiwa ini tau tentang arti bersabar dalam penantian. Bersabar bersama tanya yang sejujurnya menyiksa.

Terima kasih untuk semua cerita yang berhasil dicipta. Meskipun kau masih tetap diam disana. Bungkam tak memberi jawab. Hingga buku ini berakhir dalam penantinan dan tanya, "Ada Apa Denganmu?".

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya