Julukan Indonesia sebagai negara maritim tentu tak terlepas dari kondisi geografisnya yang luas akan wilayah perairan. Hal tersebut juga berefek pada sumber daya alam Indonesia yang kaya akan beragam jenis ikan. Kondisi ini mendorong masyarakat khususnya Desa Meranjat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan membuat suatu makanan tradisional yang turut menjadi salah satu kearifan lokal (local wisdom) di daerah tersebut.

Sebuah Kearifan lokal tentunya harus terus dipakai, dilestarikan, bahkan dikembangkan. Karena sejatinya, kearifan Lokal merupakan jati diri serta mempunyai keunikan tersendiri yang khas, yang dimiliki oleh masyarakat tersebut.

Advertisement

Namun seiring kemajuan zaman, makanan tradisional mulai terpinggirkan. Makanan tradisional mulai dianggap sebagai makanan yang kuno tak jarang para generasi muda mulai merasa malu saat memakan makanan khas desanya dan merasa bangga saat memakan makanan kota atau berbau luar negeri yang dianggap sebagai hal moderen atau kekinian.

Sebuah gambaran bahwa di era millennial ini kearifan lokal secara berangsur-angsur mulai luntur. Hal ini tidak terlepas dari minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga suatu kearifan lokal agar tidak hilang. Selain itu, proses pewarisan budaya juga kurang maksimal sehingga masih banyak generasi muda yang buta akan kearifan lokalnya.

Oleh sebab itu, melalui artikel ini saya ingin mengangkat kembali kearifan lokal desa Meranjat berupa makanan tradisional Pindang Meranjat. Kelezatan serta kaya kandungan gizi khususnya protein yang ditawarkan makanan ini sangat cocok untuk disajikan saat berbuka puasa serta hari raya bahkan sepanjang masa. Selain itu, proses pembuatannya sangat mudah, tidak memakan waktu yang lama serta bahan-bahannya mudah untuk didapatkan menjadikan makanan ini sebagai makanan yang patut difavoritkan.

Advertisement

Bahan yang dibutuhkan:


  1. 1/2 kg ikan salai

  2. 5 siung bawang merah

  3. 3 buah cabe merah

  4. 10 buah cabe rawit (sesuai selera)

  5. terasi seujung jempol (sesuai selera)

  6. asam jawa seujung jempol (sesuai selera)

  7. 1/2 sdm garam (secukupnya)

  8. 1 sdm gula (secukupnya)

  9. 2 sdm kecap asin (secukupnya)

  10. 1/4 buah nanas

  11. 1 ikat kemangi (secukupnya)

  12. 1 buah tomat

Cara Membuat:


  1. Cabe Merah dan bawang merah, diiris tipis

  2. Bersihkan ikan yang telah disiapkan dan potong sesuai selera

  3. Letakkan ikan ke dalam panci dan tuangkan air secukupnya (minimal ikannya tenggelam)

  4. Campurkan pula cabe merah dan bawang merah yang telah diiris

  5. Masukkan asam jawa dan terasi dan aduk hingga merata

  6. Tambahkan gula, garam, dan kecap asin sesuai selera.

  7. Taruh nanas yang telah dipotong berbentuk seperti kipas

  8. Masak dengan api sedang

  9. Setelah mendidih, Campurkan kemangi yang telah disiapkan

  10. Untuk pemanis, hiasi dengan tomat, kemangi segar, serta cabe rawit

Itulah resep makanan pindang Meranjat yang sangat mudah dicoba serta makanan ini sangat cocok diaplikasikan sebagai makanan untuk berbuka puasa atau hari raya bahkan hingga sepanjang masa.

Selamat mencoba

"Don’t Forget your traditional food because it is your local wisdom and part your self"

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya