Berbagai macam bencana dan peristiwa tentang kematian seseorang yang terjadi akhir-akhir ini, membuatku terus berpikir, bagaimana jika itu terjadi kepadaku atau keluargaku? Sudah siapkah aku jika harus kembali sekarang? Apa yang sudah aku berikan untuk keluargaku, teman-temanku, saudaraku?

Kita sebagai manusia mungkin memiliki banyak sekali target, impian, cita-cita dimasa depan. Untuk diri sendiri, pasangan, keluarga, teman atau orang lain. Tapi kalau kita mau sadari semua berkaitan dengan waktu. Bagi kita manusia waktu selalu menjadi misteri bagi kita umat manusia.

Advertisement

Kita pasti pernah mendengar suatu kalimat yang mengatakan kalau yang lebih dekat dengan kita manusia adalah kematian. Meskipun begitu semua hanya Tuhan yang tahu.

Disepanjang tahun 2018  begitu banyak peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia. Mulai dari gempa bumi, tsunami, pesawat jatuh, banjir dan lainnya. Yang terakhir juga diberitakan sampai di awal tahun 2019 ini adalah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan tsunami di Selat Sunda, Lampung dan sekitarnya 22 Desember 2018 kemarin. Tidak sedikit pula korban yang meninggal dan juga terjadi kerusakan yang memporak-porandakan tempat tinggal bahkan mata pencaharian.

Tiga dari ke-4 personil Seventeen juga menjadi korban meninggal karena Tsunami yang terjadi di Tanjung Lesung Beach Resort Banten, tempat mereka manggung malam itu (22/12/2018). Istri dari Ifan vokalis Seventeen yang menjadi salah satu korban selamat dari Tsunami itu, juga turut menjadi korban meninggal yang sempat hilang namun akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Advertisement

Untuk mengenang perjuangan dari Seventeen ini, rekan-rekan musisi menyanyikan salah satu lagu Seventeen “Jaga S'lalu Hatimu” yang juga menjadi trending teratas di Youtube juga. Selain peristiwa juga bencan alam, kematian seseorang juga terjadi banyak sekali akhir-akhir ini karena pembunuhan, kecelakaan, miras bahkan obat-obatan terlarang yang dengan mudah merenggut nyawa seseorang.

Dari semua yang terjadi ini mengingatkan kita semua umat manusia untuk lebih dekat kepada-Nya. Bahwa semua yang bernafas di bumi ini pasti akan kembali kepada Penciptanya. Entah dengan bagaimana caranya dan tak tahu kapan waktunya.

Dan yang paling utama disini adalah orangtua kita. Kita sebagai anak ingin sekali melihat orangtua kita sehat dan merawat kita sepanjang masa. Tapi apa daya semakin usia kita bertambah, bertambah pula usia mereka. Terkadang aku berpikir bagaimana aku tanpa mereka di sini. Mau makan bagaimana, kalau sakit siapa yang merawat? Apa jadinya jika aku seperti anak-anak yang menjadi korban bencana ini?

Sebagai anak, akupun tak pernah luput dari yang namanya kesalahan, tapi dengan segala kesabaran dan kasih sayang mereka, membuatku beruntung memiliki mereka, harta yang tak ternilai harganya.

Tidak ada hal di bumi ini yang bisa membalas semua apa yang sudah diperjuangkan oleh orangtua. Membuat mereka bangga dan tidak mengecewakan mereka adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan dan bersyukur bisa tetap berjuang dalam jalan ketaatan sampai Tuhan menjemput nanti.

Entah aku atau bahkan orang tuaku, sekali lagi akupun tak tahu siapa yang akan kembali kepada Tuhan terlebih dulu. Yang setiap kali aku doakan sebelum tidur adalah; “Jika kami kembali nanti ampuni segala dosa-dosa kami dan bawalah kami bersama-Mu di Sorga.”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya