Banyak orang pacaran, seabrek orang menikah, tapi cuma segelintir yang pernah mengalami cinta

- Sujiwo Tejo-


Advertisement

Hai, selamat menikmati hari ini duhai seorang yang sudah berniat baik atas diriku. Ku tahu, dirimu saat ini tentu sedang tak mengerjakan apa-apa. Bahkan tak tahu harus apa. Hambar, mungkin rasanya. Menjalani perjalanan menuju proses halal tanpa bumbu-bumbu perasaan, seperti rasa berbunga atau mimpi-mimpi dan rencana indah seperti kebanyakan pasangan. Dijalani seadanya, sampai waktu mengantarkan perjalanan kita di hari H.

Bukan Aku Ragu Akan Rencana Kita, Aku Hanya Ingin Jatuh Cinta

Aku terima niat baikmu atasku. Bukan karena pelarian, atau tak ada pilihan. Toh, meskipun hanya ada satu pilihan kita tetap bisa memilih kan? Memilih untuk tidak memilih. Aku memilihmu, karena aku yakin atas dirimu.

Advertisement

Dirimu yang bisa mengimbangi ku dengan sifat kekanakannku, atau dirimu yang mampu direngeki untuk jadi romantis oleh aku si pecinta puisi dan roman picisan. Aku sudah yakin atas semua pribadi dan latar belakangmu, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu untuk mencukupkan diriku.

Semua aku jalani atas niat baik, restu orang tua dan semoga juga Tuhan. Namun, apabila kamu sekarang menemukanku kurang antusias, merasa baik-baik saja saat kau tak memberi kabar atau sebaliknya, itu bukan karena aku ragu atau tak mau denganmu.

Sungguh, aku hanya butuh jatuh cinta. Jatuh cinta, yang bisa membuatku merasakan rindu bertubi-tubi. Jatuh cinta yang bisa membuatku ingin bercerita semua hal yang tak penting untuk dibicarakan agar bisa berlama-lama denganmu. Dan sensasi jatuh cinta yang bisa membuatku ingin, ingin dan ingin selalu terikat denganmu.

Karena Setelah Menikah Nanti, kuharap Cinta Padamu Adalah Kebutuhan. Bukan Sekedar Rutinitas dan Rasa Saling Hormat

Banyak orang berkata, cinta itu bisa tumbuh apalagi kalau sudah menikah. Ya, masuk akal dan sangat aku yakini. Sebab, Sang Maha Cinta langsung kok yang menyatukan, pasti cinta dan sayang akan tumbuh. Tapi, tak bisa kupungkiri aku juga khawatir, kalau-kalau rasa jatuh cinta tak kunjung tiba.

Aku tak mau kalau sampai hari-hariku hanya dipenuhi rasa kewajiban dan rutinitas untuk menghargaimu sebagai manusia yang sudah berniat baik padaku. Sungguh, tak berani aku membayangkannya…

Maka, Jika Kau Benar-Benar Berniat Padaku, Tolong Sudikah Kau Talangi Dulu Perjuanganmu? Nanti Aku Ganti~

Hai kamu. Aku tahu kita ditemukan dalam kondisi sama-sama patah. Kita sepertinya hanya saling melakukan yang terbaik dan menghargai. Apa kau mencintaiku dan sudah jatuh cinta padaku? Aku pun tak tahu. Tapi, aku hanya ingin menanyakan niatmu.

Benarkah kamu sungguh-sungguh atas diriku? Untuk Membentuk sebuah keluarga kecil yang sakinah mawaddah warahmah bersamaku? Jika iya, maka aku mohon talangilah dulu perjuangan cintamu. Beri aku alasan agar bisa jatuh cinta kepadamu.

Tolong berjuanglah agar aku jatuh cinta. Lakukanlah hal-hal seperti layaknya kau sedang mengejar wanita impianmu. Ya walaupun aku tahu, aku bukan seorang putri raja yang cantik jelita dan punya segala-galanya sehingga harus kau kejar mati-matian.

Tapi aku mohon, berjuanglah untukku sekuat-kuatnya. Sehebat-hebatnya. Jangan khawatir, karena ketika nantinya aku sudah cinta, perjuanganmu akan ku ganti. Dengan cinta bertubi-tubi, berkali kali. Berlipat-lipat. Maka sekali lagi aku minta, talangilah dulu, biar aku cinta…

Aku Tahu, Cinta itu Butuh Proses , dan Itu Lama. Aku Hanya Minta Kau Kuat

Meskipun aku sudah memilihmu, dan menyetujui rencana kita tapi aku tetap tak nyaman jika dipaksa. Tak suka bila terkekang. Dan akan lepas bila terlalu dibebaskan. Sulit ya? Iya. Perjuanganmu tentu butuh proses yang panjang. Kamu harus kuat, untuk bisa menaklukan hatiku.

Tenang saja, toh aku bukan manusia antagonis yang hatinya tak bakal luluh. Lagipula, ada Tuhan yang Maha Membalas. Bisa jadi, besok aku sudah cinta. Aku harap kamu kuat :)

Jika Sudah Saling Jatuh Cinta, Yakinlah Masa Depan Akan Jauh Lebih Indah

Satu hal yang ingin ku katakan padamu. Kau tak kan menyesal, jika sudah membuatku jatuh cinta. Pasti akan kubuat kau juga jatuh cinta. Lalu, jika kita sudah saling cinta, tentu merencanakan masa depan jauh lebih indah. Bagaimana kita bisa berjalan-jalan berdua dengan sejuta gejolak yang membuncah?

Berpengangan tangan saja rasanya bak di surga. Apalagi bersandaran? Dunia seperti milik berdua. Tidak inginkah kau merasakan hal itu? Merasakan hari-hari menuju halal dengan keinginan terus berjumpa. Padahal kata orang tua, pamali… ah masa bodoh, rasanya rindunya sudah menggebu.

Aku ingin. Aku ingin. Merasakan hal itu. Kisah yang kuimpi-impikan sejak dulu, yaitu melangkah ke pelaminan dengan orang yang bisa membuatku jatuh cinta setiap harinya. Lalu, sudikah kau menjadi orang itu?? Maka, buatlah aku jatuh cinta padamu , duhai seorang yang sudah berniat baik padaku… :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya