Tentang kepulanganmu….


Sekian musim ku lalui dan iya! tanpa kamu.

Advertisement

di musim ini, entah apa yang membawamu kembali,

kau pulang saat ku berhasil melupakan,

lalu…. apa lagi inginmu?


Advertisement

Rasanya baru kemarin aku menangisi kepergianmu yang bahkan saat itu lumer air mataku tak membuat kamu mengurungkan niatmu untuk pergi. Entah aku yang ternyata memang sangat menikmati keadaanku tanpa kamu, atau memang aku yang menutup diriku dari semua luka lama, entahlah… semua berlalu begitu cepat dan yang aku tahu senja waktu itu jadi senja terburuk bagiku.

Tunggu dulu, saat ini kau ada dihadapanku berkata bahwa aku yang terbaik untukmu?

Jika ditarik mundur, aku tidak pernah paham dengan alasan kau meninggalkan aku dulu, seingatku kita selalu menghabiskan waktu dengan bahagia, kita selalu berbagi canda di penghujung hari, dan kita selalu saling menemukan saat sama-sama buta arah dalam menjalani hidup.

Kita memang tidak pernah tau apa yang terjadi sedetik setalah ini, seperti yang terjadi waktu itu, semacam mimpi buruk disiang bolong, kau mengajaku duduk di kursi favorite kita dan kau menyampaikan semuanya. Dengan suara lugas, aku masih sangat ingat kalimat itu.


aku ingin kita selesai


Padahal baru kemarin kita merencanakan semuanya, tentang masa depan kita, tentang hidup kita dan hari ini kau mengakhiri semuanya? aku berusaha meyakinkan lagi dirimu, berusaha merutuhkan niatmu, namun aku gagal. Kau pergi tanpa alasan yang bisa kuterima. Walaupun mungkin alasan apapun darimu saat itu tidak lantas akan membuat aku menerima dan pasrah untuk kau tinggalkan, tapi setidaknya berikan penjelasan mengapa aku harus menjadi orang yang kau tinggalkan!

Ah.. tapi sudahlah…sudah begitu lama juga berlalu kisahnya dan mungkin kau sudah lupa dengan senja itu. Saat ini, aku berhasil melupakanmu dan semua luka. tidak perlu juga kamu tau bagaimana aku memulihkan semua kekecewana yang terlanjur menjadi luka mendalam itu.

Ini bukan soal karma, ini bukan soal "jika kamu disakiti, orang itu pasti akan kembali kepadamu dan menyadari bahwa kamu yg terbaik". Bukan! Menurutku ini adalah tentang bagaimana mencintai dengan wajar. Kusadari satu hal, saat itu betapa kamu yang mendominasi duniaku, betapa kamu yang selalu aku pikirkan, betapa aku tidak ingin kau tinggalkan, dan pada akhirnya kau minggalkanku. Setelahnya aku tau bahwa tidak ada yang berharga dihidupku selain diriku sendiri, ku tahu sebaik-baiknya berharap adalah hanya berharap kepada Tuhan, ku tahu bahwa kedatangan mu lalu pergi adalah sebuah pelajaran berharga.

Untuk kamu yang kembali, apapun yang kau pikirkan tentangku, apapun rencanamu terhadapku, apapun alasan yg membawamu kembali, aku sudah Tangguh! Aku tidak akan kembali mengulang semuanya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya