Saat Bersyukur, Perasaan Bahagia Akan Menghampiri dan Mewarnai Harimu. Kamu Perlu Percaya Itu!

Bersyukur dulu bahagia kemudian

Banyak sekali hal yang terjadi dalam setiap perjalanan hidup seseorang. Tidak hanya hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan saja. Sedih, kecewa, putus asa, pasti pernah ada juga. Terkadang, manusia sering terlena dengan keadaannya.

Advertisement

Ketika bahagia, ia terlampau bahagianya hingga tidak mempersiapkan diri untuk sebuah kesedihan. Hasilnya kesedihan itu hanya akan terasa lebih berat dan menyakitkan. Juga ketika sedih ia terlampau sedih sehingga merasa bahwa dirinya tidak mampu menyelesaikan permasalahan dirinya. Serasa sama sekali tidak ada hal baik untuk dirinya. Padahal sebenarnya banyak sekali hal-hal kecil yang baik dimana itu patut untuk disyukuri. Bersyukur adalah salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan rasa bahagia pada diri seseorang. Menerima keadaan dirinya dan berusaha bertumbuh serta belajar dari setiap pengalaman hidupnya.


Bahagiaku dan bahagiamu itu berbeda.


Definisi bahagia setiap orang pasti berbeda-beda. Ada orang yang bahagia ketika ia mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya, bahagia ketika pulang kerja lebih awal, bahagia ketika mendapatkan reward dari atasan karena kualitas pekerjaannya yang baik, bahagia karena pasangannya mengucapkan kata cinta, atau bisa juga bahagia karena melihat orang yang disanyanginya berbahagia. Bahagia itu suatu hal yang membuat perasaan seseorang menjadi nyaman. Tetapi, bahagia belum tentu juga membuat setiap orang yang merasakannya tertawa.

Advertisement

Berbagai hal dapat mempengaruhi kebahagiaan seseorang, salah satunya dengan menumbuhkan kebiasaan atau sikap untuk bersyukur. Definisi kebersyukuran menurut Emmons & McCullough (2003) yaitu perasaan menyenangkan yang khas, berwujud rasa syukur atau rasa terimakasih yang muncul ketika seseorang menerima kebaikan (kindness, compassion, love), manfaat (benefit), atau bantuan dan pertolongan dari pihak lain.

Lebih luas lagi, kebersyukuran atau bisa disebut dengan gratitude, merupakan emosi positif yang ditumbuhkan oleh seseorang dalam menghadapi dan menerima berbagai hal yang terjadi pada dirinya. Juga, adanya penerimaan (acceptance) dengan segala hal yang ada pada dirinya saat ini. Memiliki emosi yang positif dalam diri akan memberikan pengaruh positif pula terhadap pikiran dan fisik manusia.

Advertisement


Mengapa kebersyukuran itu penting?


Sikap kebersyukuran atau gratitude bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Karena pasti banyak sekali persoalan hidup yang diewati dan dijalani seseorang. Permasalahan kehidupan yang bermacam-macam, baik yang menyenangkan atau menyedihkan, baik sebuah kekalahan atau pun kemenangan, juga ketika seseorang merasa berada pada titik terendah hidup maupun saat berada di puncak, dan berbagai macam hal lain yang terjadi.

Hal penting yang harus dilakukan dalam kebersyukuran yaitu dengan memaknai setiap kejadian yang telah terjadi. Seperti, ketika seseorang ditolak saat melamar pekerjaan misalnya. Bersedih itu tentu saja boleh, karena bersedih adalah hal yang wajar. Tetapi orang tersebut juga sebaiknya, mampu memaknai mengapa itu bisa terjadi. Mungkin karena persiapan yang kurang matang atau bisa jadi ternyata ada perusahaan lain yang lebih baik untuk dirinya nanti. Jadi, ketika seseorang mampu memaknai hal-hal tersebut dengan baik dan secara positif, maka akan tumbuh rasa kebersyukuran yang membuat dirinya menjadi lebih ringan dalam menerima kondisi yang sedang dihadapi.


Gratitude bukanlah hal yang mudah dilakukan?


Kebersyukuran memanglah bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Apalagi, ketika menghadapi masalah yang berat dan sulit dihadapi. Bisa jadi seharian atau mungkin berhari-hari selalu memikirkan masalah tersebut. Sehingga seseorang merasa dirinya tidak berdaya dan merasa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal-hal yang positif pun akan sulit disadari keberadaannya. Maka lebih baik ketika lelah, beristirahatlah terlebih dahulu, maknai hal tersebut, lalu kumpulkan energi baru yang lebih kuat lagi untuk menghadapinya.


Bagaimana membiasakan diri untuk bersyukur?


Kebersyukuran itu tidak dapat dilakukan dengan mudah. Perlu pembiasaan yang harus dilakukan. Salah satu caranya yaitu dapat dilakukan dengan membuat Gratitude Journal. Jadi, menuliskan hal-hal kecil yang itu ternyata merupakan sebuah hal yang patut untuk disyukuri setiap harinya. Mungkin kita sering melupakan berharganya hal-hal kecil karena sudah biasa dilakukan atau didapatkan. Seperti melakukan perjalanan dengan selamat sampai tujuan, sinyal wifi atau pun SIM Card lancar ketika work from home, cuaca seharian yang hangat sehingga nyaman untuk beraktivitas, dan berbagai hal kecil lain yang mungkin sering dilupakan.

Dalam menulis Gratitute Journal, setidaknya tulislah setidaknya 5 hal yang disyukuri setiap harinya. Sisihkan barang lima menit untuk mengingat kembali kejadian yang terjadi pada hari itu. Simpanlah Gratitude Journal seperti halnya menyimpan buku catatan harian. Jika ada waktu luang bisa juga untuk dibaca ulang sehingga, seseorang mampu menyadari bahwa banyak sekali hal-hal positif yang telah didapatkan.

Gratitude Journal dapat membantu orang yang mempraktikkannya menyadari hal-hal kecil yang ternyata itu merupakan hal yang berharga dan jika hal kecil itu tidak membersamai kita pasti akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti ketika ada kelas daring, tapi sinyalnya sulit tidak seperti biasanya, pasti seseorang akan terganggu dengan hal itu. Jadi, belajar terlebih dahulu untuk mensyukuri hal-hal kecil, sehingga akan lebih mudah untuk memaknai hal besar yang terjadi.

Dapat dikatakan, kebersyukuran itu memberikan alternatif kebahagiaan bagi setiap orang yang mampu melakukannya. Emosi positif yang dibawa dari rasa syukur akan membuat berbagai macam kondisi negatif yang sedang dihadapi akan terasa lebih ringan, karena dengan bersyukur seseorang mampu menerima setiap hal dan kondisi pada dirinya. Bersyukur itu berarti seseorang memahami bahwa banyak sekali hal-hal positif yang membersamai perjalanan hidupnya. Maka pengalaman-pengalaman yang berat, menyedihkan dan menguras energi, serta pengalaman yang membahagiakan merupakan hal yang akan membuat kita menjadi pribadi yang tangguh.

Jangan terlalu memikirkan apa yang orang lain miliki. Pahami bahwa setiap hal yang terjadi dan setiap hal yang kita miliki merupakan hal yang terbaik dan merupakan sebuah berkah yang diberikan Tuhan kepada kita. Bisa jadi, di luar sana banyak orang yang memohon dan berdoa untuk mendapatkan hal yang kita miliki saat ini.


Love yourself  first and be the best version of you.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE