Melawan Emisi dan Menghidupkan Lingkungan: Mencari Solusi Berkelanjutan

Kerusakan Lingkungan

Lingkungan adalah semua faktor fisik, biologis, dan sosial yang terdapat di sekitar kita dan mempengaruhi keberadaan dan interaksi manusia dengan alam sekitarnya. Lingkungan meliputi segala sesuatu mulai dari udara, air, tanah, tumbuhan, hewan, iklim, hingga manusia itu sendiri, lingkungan memegang peranan penting bagi segala unsur kehidupan, oleh karena itu lingkungan harus kita rawat dan jaga agar keberlangsungan kehidupan dapat terus berjalan. Akhir akhir ini sedang marak dibicarakan mengenai memanasnya suhu bumi atau biasa kita sebut dengan pemanasan global yang kemudian kejadian tersebut menimbulkan dampak lanjutan yang semakin beragam.

Advertisement

Pemanasan global adalah fenomena dimana suhu rata-rata bumi meningkat sebagai akibat dari peningkatan gas rumah kaca. Gas rumah kaca adalah gas di atmosfer yang dapat menyerap radiasi infra merah dari Bumi dan mengembalikannya ke Bumi sehingga menimbulkan efek pemanasan, gas ini sebetulnya bermanfaat bagi bumi jika ada dalam jumlah wajar, namun jika jumlahnya berlebih malah dapat membahayakan bumi. Beberapa contoh gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan nitrogen oksida (NOx). Pencemaran udara dan pemanasan global terjadi karena adanya aktivitas manusia yang menghasilkan emisi atau pelepasan zat-zat atau bahan ke lingkungan.

Gas rumah kaca terutama berasal dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas alam, dan batu bara) dalam transportasi dan industri, pertanian, dan penggundulan hutan. Asap knalpot dari mobil dan industri dapat mencemari udara dan menyebabkan polusi udara. Pencemaran udara dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, seperti iritasi mata, hidung dan tenggorokan, serta menyebabkan gangguan pernafasan, polusi udara dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati, merusak tanaman dan mengurangi populasi hewan, Selain itu 6,5 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat paparan kualitas udara yang buruk. Sektor transportasi adalah sumber pencemaran yang utama di wilayah perkotaan.

Emisi kendaraan bermotor berkontribusi sebesar 70% terhadap pencemaran Nitrogen Oksida (NOx), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2) dan Partikulat (PM) di wilayah perkotaan. Emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida, dapat menyebabkan efek pemanasan global dan dapat merusak lingkungan. Pemanasan global dapat menyebabkan peningkatan suhu udara, mencairnya es di kutub dan naiknya permukaan air laut, dampak tersebut dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati dan merusak ekosistem. Selain itu emisi gas seperti CFC dan HCFC dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Kerusakan lapisan ozon dapat menyebabkan peningkatan radiasi UV yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan menurunkan produktivitas pertanian.

Advertisement

Untuk mengurangi dampak pemanasan global, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Beberapa solusi yang dapat dijalankan diantaranya adalah yang pertama dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan mempromosikan penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan pembangkit listrik tenaga air, kita sebagai masyarakat juga dapat berperan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, bisa dengan naik transportasi umum, jalan kaki atau yang lainya. Melakukan uji emisi kendaraan secara teratur.

Kemudian melindungi hutan dan kurangi deforestasi dan melakukan reboisasi, dengan terjaganya hutan maka beberapa gas rumah kaca dapat tersimpan di hutan dan mengurangi efek rumah kaca. Penggunaan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan seperti mobil listrik, sistem transportasi publik yang lebih baik, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan penggunaan bahan bakar alternatif seperti gas alam dapat membantu mengurangi emisi, Penanganan pencemaran udara dan pemanasan global juga membutuhkan pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan zat kimia yang digunakan dalam industri dan pertanian. Meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang dampak negatif dari emisi juga penting untuk menciptakan kesadaran akan perlunya mengurangi emisi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Hafizh Muhamad Zen lahir pada 17 Juni 2003 di Banyumas. Sekarang sedang menempuh pendidikan S1 ilmu lingkungan di UNS

CLOSE