Kelelahan pada rasa yang tak kunjung ditemukan dan menemukan..


Sebenarnya aku sudah lelah untuk bermain cinta, sebenarnya aku sudah begitu jenuh untuk mengenal lebih jauh. Rasanya semuanya terasa sama, saat aku menginginkannya dia justru tak menginginkan aku. Saat aku tak menginginkannya, dia justru terus berkata sangat menyayangiku. Mengapa tak pernah ada titik temu untuk segala rasaku? Mengapa tanganku tak bisa bertepuk dengan tanganmu? Haruskah sesulit itu?

Advertisement


Kamu bukan orang yang aku kira akan kutemui adanya, tapi bertemu denganmu membuat hariku lebih berwarna..


Hari demi hari terasa begitu hampa, tak ada yang membuatku merasa begitu bahagia, segalanya seperti datar-datar saja. Sampai akhirnya kau mulai menyapa, dan aku mulai bertanya-tanya apakah ini nyata? Ya, kamu. Aku tak pernah menyangka kamu akan hadir di duniaku, seseorang yang sebenarnya sudah kukenal walaupun tidak berteman. Kamu, yang dulu tak pernah tersirat untuk kusapa tapi sekarang menjadi orang yang kabarnya paling candu adanya. Apa ini rencana Tuhan untuk kita? Atau lagi-lagi hanya sebuah kisah yang harus aku akhiri adanya, entahlah.


Kini, kabarmu adalah candu untukku. Dan suaramu selalu mampu redakan lelahku..


Advertisement

Berbincang denganmu menjadi hal yang begitu aku tunggu, entah kenapa selalu ada tawa disetiap obrolan kita. Aku takut kalau ternyata aku benar-benar jatuh cinta tapi kau ternyata hanya sementara. Aku takut bila ternyata aku hanya berharap pada hal yang sia-sia. Aku tak berani berharap apa-apa karena aku tak ingin lagi terluka. Tapi kuakui hadirmu mampu membawa kembali tawa yang kemaren sempat habis. Kehadiranmu mampu membuat hariku terasa lebih manis, walau kerap aku merindu saat kau hilang dari pandanganku.


Kali ini, aku begitu tulus ingin meminta seseorang pada-Nya. Hal yang tak pernah aku lakukan selama ini, aku ingin kamu..


Kamu tahu? Dulu aku tak pernah begitu serius meminta pasangan hidup pada Tuhan. Aku hanya sekedar meminta kalau seseorang itu baik untukku, Tuhan akan memberi jalan. Tapi jika memang bukan, aku meminta-Nya menjauhkan. Sekarang, aku sedang bernegosiasi dengan Tuhan, agar kau benar-benar jodohku, agar kau bisa menjadi milikku. Aku merendahkan hatiku dan berdoa untukmu, aku mengikhlaskan segala rasaku agar bisa bersamamu. Kumohon, untuk kali ini saja, biarkan dia menjadi milikku, pintaku pada-Nya.


Apa rasaku kali ini berlebihan? Tolong jangan biarkan aku berharapa terlalu dalam..


Aku tak tahu apakah pintaku ini berlebihan adanya, yang pasti aku merasa seperti menemukan orang yang selama ini aku cari. Aku seperti menemukan orang yang akan aku ajak menghabiskan hari. Aku seperti menemukan tempat bersandar dari segala lelahnya kehidupan. Dan aku harap kaupun merasakan hal yang sama denganku, aku tak mau harus bertepuk sebelah tangan lagi. Untuk kali ini aku benar-benar ingin mencintaimu sampai akhir rasaku. Aku tak tahu kenapa aku bisa seperti ini, tapi aku benar-benar ingin menyayangimu.


Dan bila jawaban dari doaku ini berbeda, aku akan mengikhlaskan segala rasa..


Aku cukup tahu diri bila suatu saat kecewa yang harus aku terima, mungkin aku tak sebaik itu untuk bisa mendampingimu. Aku tak  ingin memaksakan rasa ini, karena aku pernah begitu ingin memiliki hingga membuat dia pergi. Untuk kali ini, aku akan memintamu pada Tuhan, agar Dia meluluhkan hatimu untukku, agar Dia menunjukkan jalanmu padaku.

Ya, aku ingin memintamu pada-Nya, karena Dia maha mendengar segala pinta. Aku memasrahkan segala rasa yang aku punya, dan bila nanti jawaban dari doaku ini berbeda, aku akan mengikhlas segalanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya