Menanggapi Permasalahan Hidup dengan Filosofi Stoicism Agar Kamu Menjadi Lebih Bahagia!

Filosofi hidup yang membuat kamu menjadi lebih bahagia

Menjadi manusia yang bahagia adalah sesuatu yang dicari oleh setiap kita. Tetapi menjadi bahagia tidak semudah yang kita harapkan, banyak sekali keadaan, masalah, bahkan musibah yang membuat kita menjadi manusia yang tidak bahagia. Terlebih di masa-masa sulit seperti pandemi ini. Lalu kita apakah ada jawaban mengenai bagaimana menjadi manusia yang bahagia. Artikel ini akan membahas mengenai filosofi hidup yang dapat membantu kita agar dapat menjadi manusia yang lebih bahagia.

Advertisement

Filosofi ini diciptakan oleh seseorang yang bernama Zeno sekitar 300 tahun sebelum masehi yang ketika pada saat itu dia sedang mengalami masa-masa sulit dikarenakan kehilangan seluruh hartanya. Lalu dia yang hidup dengan penuh kesulitan datang ke sebuah toko buku dan menemukan buku karya seorang filsuf yaitu Socrates. Singkat cerita dia pun memutuskan untuk berguru kepada Socrates dan mengembangkan aliran filsafatnya sendiri yang sekarang dikenal dengan filosofi Stoicism.

Pada dasarnya filosofi hidup ini berfokus pada bagaimana kita dapat menjadi manusia yang bahagia dengan cara mengenali prinsip dikotomi kendali. Filosofi ini mengajarkan bahwa kita dapat membagi beberapa hal dalam hidup menjadi dua kategori. Yang pertama adalah hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti pemikiran dan tindakan kita  dan yang kedua adalah hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan seperti pendapat orang lain, kondisi masyarakat dan yang lain sebagainya. 

Dengan memiliki kesadaraan akan konsep ini, kita dapat lebih mudah untuk menentukan reaksi kita terhadap suatu masalah sehingga tindakan kita dapat benar-benar menyelesaikan masalah dan bukan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri. Misalnya di saat pandemi Covid-19 ini membuat beberapa dari kita kehilangan pekerjaannya. Dalam kasus ini jelas hal yang tidak dapat kita ubah adalah pandemi Covid-19nya, lalu apakah kita menyerah akan keadaan? Jawabannya adalah selalu ingat bahwa kita bisa mengendalikan pikiran dan tindakan kita. Daripada memaki dan mengeluhkan kondisi kita sekarang ini lebih baik kita berfokus kepada hal yang dapat kita kendalikan seperti menjaga kesehatan mental dan berusaha memperlengkap kemampuan diri agar kita dapat lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan lagi. 

Advertisement

Simpelnya ketika ada masalah datang, lihat apakah ada pemikiran atau tindakan kita yang dapat mengatasi masalah tersebut. Jika tidak ada yaa… berarti kita santai saja dan jika ada kita harus berusaha semaksimal mungkin. Lalu jika kita sudah berusaha dengan maksimal dan permasalahan masih tidak dapat selesai yaa… santai saja, karena semua itu sudah bukan berada di dalam kendali kita. Hal ini selaras seperti ucapan salah satu filsuf stoic yaitu Seneca, dia berpendapat bahwa manusia lebih sering menderita dikarenakan imajinasi dan persepsinya sendiri dan bukan karena kenyataan yang ada.

Sebagai contoh ada seseorang yang dipenjara selama 27 tahun dikarenakan tindakannya yang melawan rasisme. Lalu setelah ia keluar dari penjara dia memahami bahwa ketidakadilan di masa lalu memang tidak bisa diubah, tapi tindakan kita di masa ini selalu bisa mengubah keadaan untuk membuat masa depan yang lebih baik. 

Semoga setelah membaca ini dapat membuat kita belajar dan memahami apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menjadi manusia yang lebih bahagia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa Binus

CLOSE