Semua wanita bermimpi menemukan pria baik. Tapi banyak yang bingung membedakannya karena semua pria akan memakai sampul yang sama untuk menarik perhatian wanita pujaannya. Sampul yang tidak lazim wanita lihat berupa perhatian. Setiap perhatian yang mereka berikan kepada wanita ibarat narkotika yang semakin di konsumsi semakin tidak dapat dilepaskan bahkan ketika berhenti yang terjadi adalah sakaw.

Wanita selalu berpikir perhatian pria adalah tanda mutlak bahwa itu pria baik. Sebagian wanita malah memilih untuk tidak mencari tahu latar belakang pria tersebut dan mengambil keputusan untuk menjadi patner hidup. Keputusan yang diambil terlalu cepat dapat menyebabkan penyesalan di akhir. Seharusnya setiap wanita menyadari bahwa menilai pria baik tidak cukup dari perhatian yang diberikan setiap saat. 

Advertisement

Wanita yang dewasa akan memberi ruang dalam hati dan pikiran untuk merenungkan dengan baik. Pria yang memberi perhatian belum tentu pria bijaksana. Sebab pria yang dikatakan bijaksana memiliki lebih dari satu kebiasaan yang dia lakukan untuk wanita pujaannya. Pria bijaksana bukan pria yang hobby memberi janji tanpa action, pria bijaksana pasti punya tujuan dan komitmen dalam membangun hubungan, dan pria bijaksana tidak akan merendahkan wanita dengan kalimat yang kasar. Kalau sekarang ada wanita yang sedang membangun hubungan dengan pria coba dilihat kembali apakah dia pria bijaksana atau tidak.

Sebagai wanita harus dapat mengimbangi perasaan dan logika supaya tidak mudah terluka. Hidup sebagai wanita tidak mudah sehingga menjaga hati juga adalah bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Hati wanita bukan pangkalan ojek yang memberi lahan parkir untuk motor sementara tapi setelah mendapat pelanggan lalu pergi. Hati wanita butuh kasih sayang yang tulus.

Pria pintar dengan gelar sebanyak apapun jika tidak bijaksana maka mereka bisa memperlakukan wanita seperti preman menagih hutang.

Tapi pria bijaksana mampu mengendalikan diri, mampu meminta maaf ketika bersalah, dapat memaafkan kesalahan dan tidak menyimpan dendam. Namun, banyak wanita yang tidak mau sabar menunggu pria bijaksana, sebagian merasa kesepian, merasa usia cukup, dan mengejar status sosial sehingga mengambil keputusan tanpa pikir panjang. Kalau bisa menyelematkan diri di awal kenapa harus tunggu sampai menyesal? Jangan biarkan mimpi untuk menemukan pria baik menjadi musnah hanya karena perasaan sesaat yang menutup mata dan pikiran. Jemput kebahagiaan tidak cukup dari melihat perhatian pria tapi harus mengenal karakternya. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya