Hampir genap dua tahun Indonesia dilanda pandemi COVID-19, kondisi ini memiliki banyak pengaruh di kehidupan masyarakat kita. Salah satu hal yang paling terdampak adalah kegiatan bersosial kita sebagai manusia.
Keadaan yang memaksa untuk menjaga jarak dan melakukan karantina, membuat ruang gerak kita dalam bersosialisasi menjadi berkurang. Hal ini menimbulkan kesedihan dan perasaan kesepian yang sangat mendalam di benak banyak orang.
Menurut survei yang diadakan Into The Light dan Change.org serta diikuti oleh 5.221 orang dari enam provinsi di Pulau Jawa mengenai kesehatan mental masyarakat Indonesia pada Mei hingga Juni 2020, menunjukkan bahwa hampir semua partisipan merasa kesepian selama pandemi. Bahkan dua dari lima partisipan merasa lebih baik mati dan melukai diri sendiri.
Hal ini merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena rasa kesepian ini dapat menimbulkan kerentanan mental dan akhirnya bisa menyebabkan berbagai masalah dalam diri seseorang seperti rasa frustasi, stres, bahkan hingga gangguan jiwa.
Kesepian yang kita rasakan di masa pandemi ini merupakan hal yang wajar, dimana kesepian ini merupakan reaksi dari pikiran kita atas tekanan dan juga rasa kehilangan banyak hal dalam kehidupan. Penting bagi kita untuk belajar menerima dan mengakui adanya rasa kesedihan dan kesepian di masa pandemi ini.
Dengan mengakui perasaan tersebut dan tidak mencoba menghindarinya, dapat membantu untuk mengendalikan emosi dan pikiran. Banyak cara sehat untuk bisa menyalurkan rasa kesedihan dan kesepian, seperti dengan menangis, menulis, berdoa, dan bercerita. Tak ada yang salah dengan itu.
Ketika kesepian datang memang sangat mengganggu aktivitas yang sedang kita lakukan, perasaan ini membuat kita menyalahkan keadaan dan membanding-bandingkan kondisi sebelum pandemi ini terjadi, kita merasa bahwa tidak ada yang peduli dengan diri kita dan akhirnya menambah perasaan sedih.
Perlu diketahui, pandemi ini tidak hanya dialami oleh diri kita sendiri. Ada banyak orang yang juga merasakan dampak dari adanya pandemi COVID-19. Oleh karena itu, kita harus belajar menerima keadaan dan beradaptasi dengan keterbatasan kita saat ini.
Keadaan yang memaksa untuk mengurangi kegiatan di luar bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk bisa menjalin keharmonisan dengan orang terdekat. Bahkan dukungan dari orang lain bisa menjadi kunci kekuatan kita untuk bisa bertahan.
Pandemi ini juga membuat banyak orang sadar akan pentingnya menghargai sebuah kebersamaan dengan orang terkasih. Berbagai cara dilakukan oleh banyak orang agar bisa tetap terhubung walaupun di tengah kondisi pandemi, mulai dari menggunakan teknologi pesan daring, panggilan video, hingga saling mengirim hadiah.
Hal ini pun juga bisa kita lakukan dalam kehidupan saat ini, kita bisa mulai belajar mendekatkan diri dengan keluarga yang sebelum pandemi kita jarang bercengkrama, kemudian memanfaatkan teknologi untuk bisa terus terhubung dengan semua orang yang kita sayangi.
Pada akhirnya, pandemi bukanlah keadaan yang membuat kita kehilangan orang terkasih. Mungkin saja pandemi merupakan jalan yang menyadarkan kita akan pentingnya arti sebuah kebersamaan dan rasa memiliki.Â
Kita berhak merasa sepi, namun selalu ingat bahwa di dunia ini pasti ada seseorang yang menyayangi dan peduli dengan kita. Kita hanya perlu membuka diri dan menerima kasih sayang tersebut.
Tips Agar Tidak Merasa Kesepian Saat Pandemi
Di masa pandemi ini, ada baiknya kita mulai membatasi diri dari informasi-informasi negatif yang jika kita konsumsi terus-menerus akan menambah kecemasan dan keresahan dalam pikiran. Kita bisa mulai membaca atau mempelajari banyak hal baru yang bersifat positif agar pikiran kita juga selalu dipenuhi hal-hal yang bermanfaat.
Mengisi waktu luang dengan aktivitas seperti berolahraga, yoga, merawat tanaman, atau bermain dengan hewan peliharaan juga bisa menjadi solusi agar kita tidak merasa kesepian. Bahkan momen-momen tersebut bisa kamu bagikan dengan orang terdekat kamu melalui foto, video, atau panggilan video. Dengan membagikan momen-momen tersebut, kita juga bisa menyalurkan kebahagian kepada orang lain.
Agar terhindar dari perasaan overthinking dan stres, kita dapat membuat daftar kegiatan harian agar lebih tertata dan sesuai dengan target yang kita tentukan. Daftar ini juga dapat mengurangi perasaan bersalah saat kita merasa tidak produktif.
Yang terpenting adalah kesadaran bahwa dampak pandemi ini dialami oleh banyak orang, kita bisa mendukung satu sama lain agar tetap bisa bertahan di tengah kondisi ini. Bahkan dengan melakukan hal ini, kita bisa membuat kita lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.
Mari kita sama-sama menjaga kesehatan mental diri kita, keluarga, dan orang terdekat kita yang lain agar bisa tetap sehat dan merasa bahagia. Jika merasa kesehatan mentalmu atau orang terdekatmu mulai tidak bisa ditangani, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga profesional yang akan membantu untuk mengatasi masalah mental yang sedang dihadapi.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”