Menghadapi Hustle Culture dengan Praktik Mindfulness

Belakangan ini banyak sekali para milenial dan Gen Z yang sering membagikan kesibukannya di sosial media. Tidak jarang kesibukan menjadi hustle culture dan dilumrahkan dalam pergaulan zaman sekarang sebagai bentuk mengejar cita-cita dan produktif. Di sini kita perlu menyatukan pengertian mengenai hustle culture, di mana hal itu merupakan budaya gila kerja yang tidak memikirkan mengenai kesehatan dan kebutuhan lainnya. Hustle culture menjadi tidak baik ketika seseorang yang sedang tidak bekerja menjadi risau dan tidak merasa produktif. Hustle culture dapat berdampak kepada kesehatan fisik maupun mental.

Advertisement

Sekarang mari kita pahami arti dari mindfulness untuk dapat memahami benang merahnya. Mindfulness adalah keadaan dimana seseorang terbuka atas pemikiran yang baru. Mindful akan fokus terhadap kesehatan dan wellbeing individu. Mindfulness juga akan berlawanan dengan perasaan evaluatif pada manusia, karena seseorang yang mindful akan fokus dengan apa yang dihadapi saat ini dan mengerjakan yang terbaik, menerima segala hal yang akan terjadi dengan perasaan lapang. Secara gampangnya, mindfulness adalah ketika kita memahami apa yang sedang terjadi pada kita, apa yang kita lakukan, kita berada dimana, dan dapat memaknai kehidupan yang sedang terjadi dan tidak merasa kewalahan terhadap situasi yang terjadi.

Kalau sekarang kamu bertanya-tanya mengapa bisa menghadapi hustle culture dengan mindfulness, jawabannya adalah karena ketika kita benar-benar memahami mindfulness dan menerapkannya maka kita dapat mencegah diri kita untuk terjun dalam hustle culture. Kita pasti mempertimbangkan berbagai hal salah satunya kesehatan mental dan fisik kita terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.

Contoh yang dapat diambil dari penerapan mindfulness untuk menghadapi hustle culture adalah ketika seseorang menghadapi kesibukan yang terlalu mengganggu kehidupan pribadinya secara terus menerus dalam kehidupan perkuliahan, ia pasti akan berpikir apa yang bisa dilakukan dengan kesibukannya. Ia mungkin akan mengundurkan diri dari salah satu acara ataupun mengerjakannya terlebih dahulu atau malah meminta kompensasi dari salah satu pihak terhadap kesibukannya. Orang yang dapat mendalami mindfulness akan fokus terhadap solusi dan tidak akan merasakan kewalahan terhadap hal tersebut.

Advertisement

Berikut adalah hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi hustle culture dengan mindfulness:

1. Tidak menunda pekerjaan

Advertisement

Orang yang mindful pasti dapat memikirkan mana yang terbaik untuk dilakukan sehingga ia tidak akan menumpuk tugas yang seharusnya dikerjakan lebih cepat.

2. Fokus terhadap diri sendiri

Sering kali kita fokus terhadap pencapaian orang lain dan melupakan diri kita sendiri. Terkadang penting untuk kita tidak terlalu memikirkan orang lain, bagaimana pencapaiannya, apa yang biasanya dilakukan orang-orang, fokuslah terhadap diri sendiri. Penting untuk tetap fokus terhadap tujuan tanpa memperdulikan orang lain.

3. Berani berkata tidak

Sering kali hustle culture iniĀ  terjadi karena rasa tidak enak atau tidak nyaman berkata tidak.

4. Kesehatan yang utama

Jangan memaksakan diri untuk hal-hal yang bersifat fana dan tidak menguntungkan bagi kesehatan. Semua keputusan ada ditanganmu, dimana hanya kamu yang dapat menentukan kapasitasmu dan kesehatanmu.

5. Belajar mengatur nafas

Mengatur nafas berpengaruh dalam mengatur emosi apapun.

6. Buat jadwal olahraga teratur

Individu dengan badan yang sehat akan memiliki mental yang lebih sehat sehingga dapat membuat keputusan lebih baik pula.

7. Bersyukur dengan apa yang dimiliki

Jangan mudah merasa haus, mudahlah merasa bersyukur agar kalian dapat berbahagia dengan apa yang telah kalian miliki saat ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE