Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB dan AKABA) merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi angka kematian ibu di Indonesia masih jauh dari target yang diharapkan yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi yang ditargetkan pada tahun 2015 sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup.
Menurut definisi WHO, kematian ibu adalah kematian yang terjadi selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah masa kehamilan berakhir, akibat semua sebab yang terkait dengan kehamilan atau penanganannya, bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cedera.
Akses ibu hamil, bersalin dan nifas terhadap pelayanan kesehatan saat ini sudah cukup baik, akan tetapi angka kematian ibu masih cukup tinggi. Kondisi ini kemungkinan disebabkan karena kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin yang belum memadai secara merata, kondisi ibu hamil yang tidak sehat dan faktor lainnya.
Penyebab utama kematian ibu yaitu hipertensi dalam kehamilan dan perdarahan post partum. Penyebab ini dapat diminimalisir apabila kualitas Antenatal Care dilaksanakan dengan baik, sehingga mampu mendeteksi secara dini kelainan pada ibu hamil.
Pemerintah bersama masyarakat bertanggung jawab untuk menjamin bahwa setiap ibu memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, mulai dari saat hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, termasuk perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, serta akses terhadap Keluarga Berencana (KB).
Semenjak hamil, ibu perlu memperhatikan dirinya dan janinnya mulai dari menjaga pola makan, pola istirahat, menjaga kebersihan diri, memeriksakan kehamilan, dan dukungan dari suami sangat dibutuhkan. Menjaga pola makan dapat dilakukan dengan cara di antaranya, makan makanan yang bergizi seimbang dan porsi lebih banyak dari biasanya.
Komponen makanan perlu diperhatikan, makanan yang bergizi seimbang terdiri dari karbohidrat (nasi, jagung, ubi, singkong) protein (kacang kedelai, ikan, telur, daging) lemak (keju, susu, alpukat, minyak kelapa, minyak ikan) vitamin dan mineral yang diperoleh dari aneka sayuran dan buah-buahan, serta mengonsumsi air 8-12 gelas per hari.
Di samping itu ibu memerlukan istirahat yang cukup dengan tidur malam sedikitnya 6-7 jam, tidur siang sedikitnya 1-2 jam dan saat tidur usahakan kaki ibu lebih tinggi dari perut. Untuk menghindari gigitan nyamuk, ibu sebaiknya tidur memakai kelambu dan usahakan jangan memakai obat nyamuk bakar atau semprot.
Selama kehamilan ibu pun berupaya untuk mengelola stressnya, karena janin dapat merasakan apabila ibunya sedang stress atau bahagia dan hal tersebut berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Usahakan semasa kehamilan ibu tidak merasa tertekan, stres, tetap rileks, dan menikmati kehamilannya.
Ibu bersama dengan suami lakukan stimulasi janin dengan cara stimulasi suara yaitu mengajak janin berbicara sejak dalam kandungan dengan kata-kata yang lemah lembut dan positif, selain itu stimulasi raba yaitu lakukan sentuhan dengan mengusap secara lembut perut ibu hamil sesering mungkin. Hal tersebut dapat membentuk ikatan yang kuat antara ibu, ayah dan bayinya.
Menurut beberapa penelitian stimulasi sejak kandungan dapat meningkatkan kecerdasan otak janin. Selanjutnya hal yang perlu ibu perhatikan adalah memeriksakan kehamilannya secara teratur ke bidan atau dokter dan sebaiknya dilakukan setiap bulan. Apabila ibu mengalami komplikasi atau kelainan saat hamil maka ibu harus segera datang ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Ibu hamil pun tetap melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki selama 30 menit/hari atau olahraga ringan seperti senam hamil yang dilakukan secara hati-hati. Kemudian untuk menjaga kebersihan diri ibu dapat mandi dua kali sehari mencuci rambut teratur minimal 2-3 hari sekali mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, setelah BAK/BAB memakai pakaian yang longgar dan menyerap keringat menggunakan kutang yang menyokong payudara ibu serta memakai alas kaki bertumit rendah.
Ibu hamil menjaga kesehatan bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk janinnya. Oleh karena itu, penting sekali menjaga kesehatan selama kehamilan baik kesehatan fisik maupun psikis, bahkan sebelum terjadinya kehamilan.
Ditambah dengan dukungan dari suami, keluarga, peran tenaga kesehatan, dan pelayanan fasilitas kesehatan yang berkualitas. Â Kehamilan yang sehat, persalinan pun sehat sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”