Salah satu cara mencintai ilmu itu sendiri ialah dengan terjun kedalam-dalamnya sampai dalam yang tak terlihat orang lain.

Menjemput Ilmu Pengetahuan ke UK.

“Aku ingin sekolah sampai sekolah habis di dunia ini.” Khoirul Anwar, penemu Fast Fourier Transform pada 4 Generation (4G).

Advertisement

Siapa yang tidak kenal dengan United Kingdom (UK). Negara yang tidak hanya terkenal wisata, art, fashion, tapi negara yang dikenal dengan pendidikannya yang melahirkan banyak ilmuwan dunia seperti Issac Newton, Charles Darwin, Henry Brunner, Robert Hook dan masih banyak ilmuwan lainya. UK dikenal dengan negara yang sudah mengajarkan inovasi dari balita, sehingga mereka terdidik sebagai inovator bukan ensiklopedi.

UK juga memiliki universitas yang popular yang menghasilkan banyak ilmuan ialah Oxford University, Cambridge University, Cranfield University, Edinburgh University dan masih banyak lainya serta berbagai museum yang berhubungan dengan Pendidikan seperti Natural History Museum.

Reliable Heterogeneous IoT Network for Indonesia Natural Disaster Monitoring and Recovery Sistem (RHENIUM) 26-27 Februari 2018, Telkom University adalah sebuah workshop internasional, PATRIOT-NET project yang bekerja sama dengan Dr. Taufiq Asyhari, dosen dari Crienfild University. Akhir dari acara ditutup dengan berbagai motivasi langsung dari Bapak Taufiq Asyhari mengenai kuliah di UK dan tantangannya.

Advertisement

Di saat sesi terakhir juga Bapak Taufiq menyebutkan beberapa kebudayaan masyarakat UK yang sederhana yaitu selalu bilang sorry dan thank you, serta tingginya kepedulian mereka terhadap lingkungan seperti minimnya penggunaan plastik sehingga UK khususnya di London sangat bersih.

Bapak Taufiq Asyhari adalah orang Indonesia yang sudah 15 tahun di UK dan saat ini sebagai dosen di Cranfield University, dengan jurusan Network and Communication. Saat kedatangan Bapak Taufiq Asyahri ke Telkom University, bukan hanya sekedar membahas project dengan Bapak Khoirul Anwar, tetapi juga cerita mengenai UK dan pendidikan di sana.

Beliau sendiri memaparkan masih banyak yang ingin dia pelajari di sana, tapi suatu saat akan ada masanya beliau akan balik ke Indonesia. Walaupun beliau dosen di UK, tapi beliau tidak pernah lupa akan Indonesia, beliau terus mengabdikan dirinya untuk Indonesia yaitu salah satunya PATRIOT-NET project untuk Indonesia.

Ada hal lain yang membuat ku tertarik untuk ke UK ialah ketika aku tahu bahwa UK juga sangat peduli akan lingkungan sehingga UK terlibat dalam suatu perjanjian internasional lingkungan hidup, yang antara lain: Air Pollution, Air Pollution-Nitrogen Oxides, Air Pollution-Persistent Organic Pollutants, Air Pollution-Sulfur 94, Air Pollution-Volatile Organic Compounds, Antarctic-Environmental Protocol, Antarctic-Marine Living Resources, Antarctic Seals, Antarctic Treaty, Biodiversity, Climate Change, Climate Change-Kyoto Protocol, Desertification, Endangered Species, Environmental Modification, Hazardous Wastes, Law of the Sea, Marine Dumping, Marine Life Conservation, Ozone Layer Protection, Ship Pollution, Tropical Timber 83, Tropical Timber 94, Wetlands, Whaling. Dari perjanjian tersebut banyak hal yang bisa dipelajari dan diterapkan untuk Indonesia, mengingat Indonesia saat ini krisis moral terhadap lingkungan.

Setiap orang pasti punya mimpi untuk berkunjung ke UK, mungkin dari wisata atau dari bidang lainya. Tapi satu hal yang ingin membuat ku tertarik UK ialah melanjutkan Pendidikan mengenai lingkungan yang berbasis teknologi di UK sembari menjamah negeri UK. Sudah lama mimpi ini aku tuliskan dalam bucket list ku.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya