Ini tubuhku. Sedikit gemuk, berbentuk seperti buah pir. Tidak sempurna seperti standar kecantikan pada umumnya, tapi aku menyukainya. Kakiku tidak jenjang, jari-jariku tidak lentik dan hidungku pesek. Tapi aku menyukainya, menurutku tidak ada masalah dengan mereka.

Zaman sekarang banyak sekali prosedur kecantikan yang sedang beken, operasi plastik yang sering kita jumpai seperti nose implant, chin implant, fat grafting, tanam benang, filler, suntik botox dan lain-lainnya. Para pesohor wanita maupun pria memamerkan hasil “karya” wajah mereka di sosial media, menjadikan inspirasi bagi followers mereka. Banyak orang akhirnya memutuskan untuk  “merombak” tubuh mereka.

Advertisement

Well, tidak ada yang salah dengan itu, secara itu adalah pilihan dan hak mereka. Tapi itu bukan pilihanku. Aku tidak tertarik untuk mengubah apapun dari tubuhku di meja operasi, untuk saat ini. Kedepannya jika aku tertarik, aku bisa memutuskan untuk mengubahnya. Yah, walaupun cuma operasi kecil-kecilan.

Aku tidak mau disebut munafik. Aku tidak menampik kalau aku pernah (dan terkadang masih) punya insecurities tentang body image. Terkadang setiap kali menatap cermin, tersirat rasa kecewa dan was-was. Aku bertanya-tanya pada diriku, mengapa tubuhku segendut ini, kenapa betisku besar banget, kenapa kakiku pendek dan seterusnya.

Pernah ada seorang bocah lelaki tak dikenal memanggilku gendut di tempat umum. Aku nyaris menangis waktu itu. Aku yang pada saat itu masih duduk dibangku sekolah dasar, merasa sangat amat tersinggung. Di kelas 4 SD aku sempat memasuki fase kegemukan, hingga baju-baju seragamku terasa sempit dan nyaris tak muat. Dengan bantuan ibuku, akhirnya aku berhasil menurunkan berat badanku dan menjadi langsing.

Advertisement

Aku menyukai makeup dan sering memakainya. Aku tidak suka membeli makeup yang mahal-mahal, yang penting adalah aku menyukainya dan kualitasnya bagus di wajahku. Ada cewek-cewek yang kukenal merasa heran mengapa aku tidak suka membeli makeup yang mahal, yang seperti dijual di Sephora dan lebih memilih makeup dari drugstore. Mereka kerap berkomentar tiap kali melihatku membawa makeup-ku. Aku tidak peduli.

Saat ini, aku tidak selangsing dahulu, tapi juga tidak gemuk-gemuk amat. Aku sedang dalam proses menjaga pola makanku. Namun, aku sudah tidak punya masalah dengan tubuhku, juga dengan body image. Tubuhku adalah urusanku. Tubuhku bukanlah tubuhmu. Aku tidak peduli jika ada orang yang menjelek-jelekkan tubuhku. Aku dapat melakukan apapun dengan tubuhku. Aku dapat memakai make-up dalam jenis, bentuk, brand apapun di wajahku. Aku dapat memakai baju ketat maupun longgar.

Rambutku pendek dan baju-bajuku berwarna gelap dan hitam, dan orang-orang bilang aku seharusnya memakai dress dan berambut panjang, biar tampil lebih cewek dan girly. Tapi aku tidak peduli. Aku bisa memakai baju apapun asalkan aku menyukainya.

Lagian, ini tubuhku, urusanku juga. Terserah orang-orang mau berkata apapun, yang penting aku harus bangga terhadap tubuhku sendiri. Karena tubuhku bukanlah tubuhmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya