Mudah Memaafkan Orang Lain, tapi Mengapa Begitu Sulit Memaafkan Diri Sendiri?

Belajar memaafkan diri

Mungkin kita sering kali merasa sakit hati atas perlakuan atau perkataan orang lain. Namun setelah orang tersebut sadar akan kesalahannya dan meminta maaf, kita cenderung mudah untuk memaafkannya dan kemudian dapat kembali seperti biasa. Hal tersebut akan menjadi berbeda ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain, rasa bersalah, sedih, marah dan anggapan bahwa diri kita buruk karena kesalahan tersebut, kemudian membawa kita pada ketidaktahuan bagaimana cara memaafkan diri kita.

Advertisement

Sebenarnya, perasaan yang muncul setelah melakukan kesalahan tersebut dapat membawa kita kedalam hal positif seperti dapat mengintrospeksi diri kita untuk menjadi lebih baik, namun hal tersebut ketika terus menerus dibiarkan akan menjadi hal yang tidak sehat bagi mental kita, karena dapat menyebabkan Self Critism atau Self Blame yaitu perilaku menyalahkan diri sendiri dan juga perilaku yang mana kita menganggap bahwa diri kita tidak berhak atas suatu hal baik yang terjadi.

Lalu bagaimana cara agar kita dapat memaafkan diri dan tidak terus-menerus dihantui rasa bersalah? Ada beberapa tips yang dapat dicoba dan diterapkan, seperti:


Acknowledge and cccepting


Advertisement

Dengan mengakui dan menerima apa yang tengah kita semua rasakan, seperti perasaan marah atau sedih setelah melakukan kesalahan tersebut,  akui bahwa semua orang dapat melakukan kesalahan, termasuk kita, dan kita dapat bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah kita perbuat. Konsep dari Forgiveness adalah menerima apa yang telah terjadi, kemudian mencari cara bagaimana untuk menjadi lebih baik kedepannya.


Self understanding


Advertisement

Melakukan interaksi dengan diri kita seperti mengajak berpikir mengenai apa yang menjadi penyebab kita dapat melakukan tindakan tersebut, pengalaman apa yang pernah terjadi pada diri kita, apakah itu menjadi salah satu pemicu bagi kita atau bukan, lalu hal apa yang ingin kita capai ketika melakukan tindakan itu, hal tersebut dapat membantu kita mengidentifikasi alasan di balik tindakan kita, dengan memperluas cara pandang seperti itu, diharapkan kita lebih mampu untuk menemukan cara yang tepat dan baik apabila kita menghadapi masalah yang sama kedepannya.


Gaining your self compassion


Ada pendapat dari salah satu ahli yaitu Kristin Neff dari University of Texas at Austin, beliau mengatakan bahwa ketika kita dapat menghargai bahwa semua orang dapat melakukan kesalahan dan perasaan yang muncul setelahnya seperti rasa bersalah dan penyesalan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari itulah yang disebut dengan self compassion. Dari pendapat beliau dapat kita mengambil pelajaran bahwa semua orang dapat melakukan kesalahan, sehingga kita tidaklah sendiri. Setelah mengetahui fakta tersebut, diharapkan dapat meningkatkan self compassion dan pemaafan diri, karena daripada kita terus menerus terbelenggu dalam ruang gelap rasa bersalah, lebih baik kita memandang kedepan untuk lebih bertanggung jawab dan berkembang menjadi diri kita yang lebih baik.


Apologizing


Mengatakan kalimat-kalimat sederhana pada diri kita sendiri seperti “Halo, yang kemarin terjadi yasudah, biarkan berlalu ya, semuanya pernah berbuat salah, jadi sekarang lebih baik kita siap-siap untuk lebih baik dari yang lalu” atau mungkin kalimat sederhana lain yang dapat membuat diri kita nyaman, dan juga sadar bahwa semua manusia pernah membuat kesalahan, karena hidup ini bukan ajang perlombaan siapa yang paling baik dan paling sempurna, semua orang punya porsinya masing-masing.

Proses memaafkan diri memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun hal tersebut sangat perlu, agar kita tidak terkungkung dalam ruang gelap rasa bersalah yang tidak berujung, dan dapat menjadi versi yang terbaik dari diri kita. Menyalahkan diri dan menghukum diri bukanlah pilihan yang tepat. Karena untuk dapat hidup lebih baik dengan diri kita dan orang sekitar kita, kita harus belajar untuk memaafkan diri kita terlebih dahulu, dengan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan dan menyakiti orang lain dengan cara yang sama. Nah, agar lebih tenang dan rileks, teman-teman bisa dengarkan lagu Rehatnya Mas Kunto Aji, percaya deh, dengarkan setiap liriknya dan juga resapi maknanya. Semoga membantu teman-teman!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.