Mundur Kelangan Maju Kelaran: Problematika Ambivalensi Antara Aku dan Kamu

Semoga, surat kecil ini tersampai di kamu, meski waktu ini silih berganti.


Selamat Pagi Yogyakarta…

Selamat Pagi Kairo…


Advertisement

Sebuah perbedaan jarak, waktu, raga, hati yang belum bisa bertemu karena terhalang pandemi Covid-19, akhir ini pun aku hanya punya satu resolusi. Resolusiku hanya ingin bertemu denganmu untuk mengikat janji suci.

Pernah nggak sih kalian merasakan hubungan jarak jauh, bukan hubungan antar daerah lagi, bukan beda pulau tapi beda Negara. Pernah nggak sih kalian merasakan gejolak rasa rindu ingin bertemu tapi belum tersampaikan. Dan pernah gaksih kalian merasakan perasaan ambivalensi.

Gejolak rindu yang membuat overthingking, perasaan sayang yang membuat muncul rasa posesif, atau rasa rindu yang memunculkan perasaan candu. Hiyaa Hiyaa Hiyaaa Hiyaa

Advertisement

Tapi pernah nggak sih merasakan Ambivalensi terhadap situasi yang sedang dialami sekarang. Ambivalensi adalah sebuah perasaan sayang atau menyukai atau mencintai tapi juga rasa membenci.Ya ibarat buah simalakama, tapi apapun itu aku hanya ingin bercerita, perasaan yang sudah tidak terbendung ingin bertemu ini sudah mulai menyayat hati.

Jika ditanya apakah tidak galau tu menahan rasa LDR Yogyakarta – Kairo?

Galau ada, sedih ada semuanya jadi satu, mungkin 1 sampai 2 tahun masih kuat tapi jika lebih dari itu, tentunya perasaan akan nano-nano. Bukanya tidak percaya dengan pasangan akan tetapi perasaan overthinking pasti ada..Mungkin ini ibarat rasa sayang dan cinta ingin memiliki. Namun terkadang rasa mencintai dan memiliki ini bisa berubah menjadi benci ketika rasa tak terbalas atau tiba-tiba ilang.

Advertisement

Berusaha untuk menjaga komunikasi pun sudah, mengabari setiap hari juga sudah, apakah rasa itu akan terbalas dan kembali ke tempat yang tempat. Aku pun menyadari kamu nan jauh disana untuk melanjutkan studi aku pun disini juga melanjutkan studi. tapi harapanku cuman satu, aku hanya ingin bertahan dan selalu menunggu untuk kamu pulang ke Yogyakarta, kota di sudut kecil kita saling tukar cerita. Tiap malam jika sudah pusing nugas selalu chat untuk ditemani keliling ringroad gak jelas sambil seru-seruan.

Ibarat pepatah jawa mengatakan ameh mundur wedi kelangan, ning nek meh dipekso maju ati iki kelaran

Tapi semoga, surat kecil ini tersampai di kamu, meski waktu ini silih berganti. Varian Corona sudah berganti menjadi  omricon.Tapi apapun itu perasaanku selama ini masih sama, selalu menunggu kabar dari mu untuk kembali ke Indonesia, .kembali ke Yogyakarta.

Terima kasih atas waktumu selalu bertahan..

21.12.2021

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE