Aku terlalu berharap pada senja yang berubah menjadi malam, senja yang awalnya indah berubah menjadi gelap.

Aku akan selalu kusanjung dan kupuja dirinya, selalu mengejar dan menanti jika dia lelah. Meski aku tak bisa memilikinya, karena aku telah tertunduk padanya.

 Mungkin diri ini terlalu kotor untuk menyentuh sebuah permata, hanya boleh menggenggam serpihan kaca. Entah kenapa saat bersama dengannya, diri ini terlalu lemah untuk menatap matanya, sehingga dia menganggap semua cerita yang selama ini tercipta hanya sebuah mimpi ditidurnya.

Mungkin diri ini cuma hanya mengagumi, dan tak pernah bisa memiliki. Masih dalam selimut senja yang tak lagi indah seperti biasanya, kulangkahkan kaki untuk mengayuh sebuah pedal usang mencari udara senja. Di sebuah jalan kulihat dia tak sendiri lagi, berdua mengayuh sepeda yang beriringan.

Tanpa saling sapa, hanya lirikan dan senyum yang terlempar dengan tulus ku tetap tertuju pada sebuah tekad untuk tetap bersama senja yang terbalut mendung dan gerimis.

Kini, dia telah menemukan permata yang lebih indah, bukan lagi serpihan kaca yang selama ini terlihat indah oleh polesan. Dengan perlahan senjaku akan menghilang digantikan malam yang terasa manis gerimisnya bersama dengan pelukan dingin.

Entah kenapa semua terasa lain, cahaya kian meredup. Semakin gelap lantunan doa untuknya kian kuat dan terdengar nyaring dalam hati, hanya berharap kebahagiaan akan terus melekat bersamanya.

Bersama sang waktu, semua cerita dan kenangan yang selama ini pernah ada akan hilang dan sirna. Tapi tidak pada hati ini. Dia akan terus hidup, menyala dengan kobar yang kian membesar.

Seseorang pernah berkata, “Orang yang kalah dalam percintaan, mengambil jalan lain sehingga dia naik keatas puncak yang tinggi, supaya perempuan itu melihatnya dengan menegadah dari bawah”. Inilah motivasi dan pendorong semangat yang akan terus menyala dalam perjuangan yang selama ini hanya dianggap mimpi.

Jika permata itu dalam kesendirian, aku akan tetap memujanya, dan mengagungkan diri, seperti aku pertama mengenalnya, selama serpihan kaca ini belum ditemukan orang lain.

Hanya saya semua akan terasa sedikit berbeda, karena luka yang dia goreskan akan tetap ada dan membekas meski tak perih.
Tanpa tertanam rasa benci yang mendalam, aku bangga bisa mengenalnya dan memahami sedikit kisahnya.

Terima kasih untuk semua kenangan yang pernah tercipta, terima kasih untuk semuanya.

Apalah daya dan upayaku saat ini yang tak mampu lagi mengejarmu.

Maaf.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya