Sejarah Kenapa Kita Selalu Menjawab Telepon Pakai Kata Halo, Bukan dengan Kata yang Lain

Sejarah penggunaan kata halo


Dilan: Halo?

Milea: Assalamu'alaikum

Dilan: Wa'alaikumsalam

Milea: Hai..Dilan

Dilan: Lia? Dapat nomerku dari mana?


Advertisement

Itu adalah percakapan Dilan dan Milea lewat telepon dalam film "Milea: Suara dari Dilan". Sekilas nggak ada yang aneh dengan percakapan itu. Tapi coba perhatikan, tokoh Dilan tanpa ragu memakai kata "halo" saat menjawab telepon dari Milea. Kita juga sering begitu kan?

Mungkin ada beberapa orang yang menjawab telepon sambil mengucapkan kata lain. Tapi kebanyakan orang akan refleks mengucap "Halo" saat mengangkat telepon. Kira-kira kenapa ya kita terbiasa melakukan hal itu? Pertanyaan tersebut akan dijawab dalam artikel ini.

Ternyata penggunaan kata "halo" untuk membuka percakapan telepon itu ada sejarahnya lho. Alexander Graham Bell awalnya nggak mau pakai kata "halo" sebagai sapaan saat mengangkat telepon karena ada kata lain yang ingin dia gunakan. Tapi, kata itu malah kalah pamor dengan "halo".

Advertisement

Nah, sebenarnya bagaimana sejarah penggunaan kata “halo”? Dan kata apa yang menjadi saingan "halo"? Simak yuk ulasan lengkapnya berikut ini.

Sejak kapan kata 'halo' mulai dipakai untuk menjawab panggilan telepon?

Advertisement

The Oxford English Dictionary menyebutkan bahwa kata "halo" ditemukan pada akhir tahun 1820-an dan tercatat digunakan pertama kali pada tahun 1827. Tapi saat itu, "halo" tidak digunakan untuk menyapa, melainkan kata untuk menarik perhatian dan ungkapan keterkejutan. Hal ini diungkapkan oleh Ammon Shea, penulis buku "The First Telephone Book: Hello" seperti dikabarkan situs NPR.

Kata "halo" baru digunakan sebagai kata sapaan setelah telepon ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Percakapan lewat telepon dengan menggunakan kata “halo” sebagai pembukanya terjadi pertama kali di pembukaan District Telephone Company of New Haven pada Januari 1878.

Tapi bukan Bell yang saat itu mempopulerkan kata “halo” sebagai sapaan di telepon, melainkan Thomas Alva Edison. Dia mengajak orang-orang yang bercakap dengannya lewat telepon untuk menggunakan "halo". Sebenarnya, Bell punya kata sendiri yang rencananya bakal dijadikan sapaan untuk menjawab telepon, yaitu "ahoy". Tapi kata "ahoy" ini justru kalah tenar dengan "halo" yang diusulkan oleh Edison.

Perjalanan ‘halo’ sampai akhirnya bisa menyingkirkan ‘ahoy’

"Ahoy" muncul sekitar 100 tahun lebih awal dibanding kata "halo". "Ahoy" sendiri berasal dari sapaan bahasa Belanda, yakni "hoi" yang berarti "halo". Pada masa itu, kata "ahoy" umum digunakan untuk sapaan para pelaut selama berlayar.

Saat baru saja mengenalkan telepon, Bell berencana memakai "ahoy" sebagai sapaan saat mengangkat telepon. Tapi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, "ahoy" kalah dengan kata "halo". Lalu kapan sih pertama kalinya Edison mengusulkan penggunaan "halo"?

Dilansir dari artikel situs Science ABC, Edison pernah menulis surat untuk David yang merupakan presiden Central District and Printing Telegraph Company kota Pittsburgh, Amerika Serikat pada 15 Agustus 1877. Saat itu Edison menulis surat untuk berkomunikasi soal niat David membawa telepon masuk ke kotanya.

Di surat itulah Edison menyarankan untuk mengatakan "halo" sebagai pembuka percakapan telepon. "Temanku David, sepertinya kita membutuhkan kata untuk mengawali percakapan, seperti Halo! (Yang) mampu terdengar jarak 10 sampai 20 kaki. Bagaimana menurutmu? EDISON," begitu isi surat yang ditulis oleh Edison untuk David.

Edison mencetuskan ide ini sebagai solusi dari permasalahan komunikasi lewat telepon yang muncul saat itu. Di mana telepon yang masa itu dianggap seperti walkie talkie modern, salurannya akan terus terbuka secara permanen sehingga siapapun bisa berbincang tanpa kenal waktu.

Hal ini membuat banyak orang bingung saat ingin menghubungi seseorang tertentu. Jadi Edison memunculkan ide untuk menggunakan kata "Halo" sebagai penarik perhatian sebelum memulai percakapan lewat telepon dengan seseorang.

Ide Edison ini akhirnya bisa diterima oleh mereka yang bekerja di perusahaan perangkat komunikasi hingga ke level pemerintah. Dilansir dari situs Reader's Digest Canada, kata "halo" tercatat sebagai sapaan resmi yang banyak dicantumkan di buku-buku telepon pertama di dunia. Dari sinilah, penggunaan “halo” sebagai pembuka percakapan terus menyebar ke seluruh dunia.

Jadi begitulah asal-usul penggunaan “Halo” sebagai pembuka percakapan telepon. Sampai saat ini, “halo” masih menjadi sapaan populer di seluruh dunia. Nggak hanya sapaan telepon, sekarang “halo” juga digunakan sebagai sapaan umum ketika bertemu dengan seseorang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

treat people with kindness

Editor

Not that millennial in digital era.