Niatnya Ingin Menjadi Obat tetapi Malah Berakhir Mendapat Luka Terhebat

luka terhebat

Terkadang sebuah cinta membutakan segalanya. Cinta yang tulus tidak akan merasa lelah untuk mencintai apapun keadaannya. Mau disakiti berapa pun kali tetapi kalau cinta sudah melekat di hati rasanya berat sekali untuk meninggalkannya. Kita cenderung akan lebih membahagiakan pasangan kita agar dia bisa selalu tersenyum walau terkadang kita yang harus tersakiti. Seolah-olah kebahagiaan pasangan itu lebih penting daripada kebahagiaan diri sendiri padahal seharusnya kita membahagiakan diri sendiri dulu baru bisa membahagiakan orang lain.

Advertisement

Ada satu waktu di mana aku melihat seseorang dalam keadaan terpuruk mengenai kisah cintanya. Dengan hati yang lapang aku mencoba mendekati dia. Berharap dia akan bisa bangkit dari masa patahnya itu. Tidak henti-hentinya aku menyemangati dia, bahwa hidup tidak selalu mengenai sebuah cinta. Masih banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta misalnya mimpi ataupun cita-cita. Aku mencoba menjadi pendengar yang baik atas semua keluh kesahnya. Seringkali juga kita mencari solusi bersama untuk menjadi masalahnya itu. 

Perlahan-lahan dia mulai bangkit dari rasa patahnya itu. Semakin lama dia mulai bisa berdamai dengan hatinya yang patah. Rasa senang sudah tidak bisa aku sembunyikan lagi. Melihat dia menunjukkan senyumnya kembali adalah kebahagiaan besar bagiku. Dari awal aku memang berniat untuk menjadi obat atas lukanya karena aku mencintainya. Aku ingin dia sembuh dari luka itu dan berharap aku bisa selalu bersamanya. 

Tetapi, seiring berjalannya waktu obat yang telah aku berikan padanya seolah tidak ada guna untuknya. Dia pergi meninggalkanku tanpa pamit. Disaat hatinya sudah pulih dia lupa akan semua cerita tentang kita. Dia memilih untuk pergi dan tidak peduli denganku yang masih disini. Rasa kecewa sudah tidak bisa aku tahan. Hatiku begitu sakit atas luka yang dia goreskan dihatiku. Dari awal jika akhirnya dia memilih pergi seharusnya dia tidak memberikan harapan bagiku. Jadi, aku tidak akan merasa patah seperti ini saat dia pergi meninggalkanku.

Advertisement

Rasanya begitu sakit saat ditinggal ketika sayang-sayangnya. Dengan melihat dia pergi bersama orang lain hatiku begitu hancur karena seolah dia tidak peduli akan apa yang telah aku lakukan untuk membantu dia keluar dari rasa patahnya itu. Padahal aku berniat tulus untuk menjadi obat untuk hatinya tetapi malah luka terhebat yang aku dapatkan.

Luka itu yang membuat aku sadar bahwa aku harus bisa melepaskannya. Hatiku tidak pantas untuk dipermainkannya. Mungkin dia bisa lupa dengan aku pada saat kita bersama tetapi luka yang telah dia berikan selalu akan teringat. Bukan mudah untuk melupakannya, tetapi aku sadar cinta ini memang tidak bisa dipaksa. Biarkanlah luka ini aku obati sendiri, aku yakin aku bisa melakukannya. Untukmu seseorang yang telah mematahkan harapanku terima kasih untuk luka ini. Karena ini adalah suatu pembelajaran besar bagiku.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Halo,namaku rizki indah pertiwi. Aku hobi masak dan juga menulis.

CLOSE