Aku tidak tahu harus aku mulai dari mana, ini terlalu cepat untuk aku katakan aku cinta.  Kamu datang di saat aku benar-benar tidak ingin mencintai.  Di saat aku berpikir mencitai hanyalah sebuah rasa sakit yang tertunda.  Di saat hati sudah benar tidak mengenal bagaimana merindui di setiap malam.  Mungkin aku salah,  menamainya cinta.  Yang ku tahu hanya,  aku selalu menunggu kabarmu di setiap detiknya.  Aku yang selalu merinduimu sejak pertemuan awal kita. 

Mengagumimu dalam diam adalah cara terbaik yang aku punya. Namun  Tiba-tiba kamu datang dan menyapaku dengan senyuman.  Kamu tahu semua yang kamu lakukan itu membangun setiap harapan dalam hatiku.  Membangun setiap mimpi disetiap malam ku tentang kebersamaan.  Kau tahu sejak kau menawarkan hatimu,  sejak saat itu wajahmu yang selalu hadir disetiap aku menutup mata.  Dan dirimu yang selalu aku rindui di saat aku sendiri.  

Advertisement

Aku tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini,  aku hanya merasakan jantungku berdegup kencang setiap kali bersamamu.  Entah apa istimewanya dirimu,  sehingga kamu selalu menjadi pusat perhatianku.  Aku yang lebih sering diam diam mencarimu di keramaian,  diam diam memperhatikan dan diam  diam memelukmu dalam setiap doa ku pada tuhan.  

Aku tidak tahu harus berbuat apa,  rasa yang berkecamuk dalam hatiku semakin dalam seiring kamu yang terus menebar harapan.  Aku tidak ingin kecewa juga tidak ingin patah hati untuk kesekian kalinya. 

Tapi hati lebih sering tidak terkendali,  hati lebih sering bersemi saat bayangmu selalu hadir disetiap benakku.  Harus ku apakan hati ini,  agar dia tahu mungkin kamu hanya sebatas singgah bukan untuk menetap.  Mencoba menghilangkan rasa,  namun kamu datang dengan sejuta asa.  Apa yang bisa aku lakukan? Nyatanya mencintaimu sedalam ini aku rasakan . 

Kepada hati yang kembali mencinta, aku harap kali ini tidak kembali kecewa dengan sebab yang sama.  Hati terlampau sering patah oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.  Seseorang yang meninggalkan tanpa sebuah pesan lalu kembali dengan sebuah ikatan. 

Advertisement

Kepada hati yang kembali mencinta,  aku harap kau setabah saat dulu pernah berjuang namun terlalu sering diabaikan.  Saat terus menunggu namun tak ada yang mengharapkan,  merindu namun tidak diinginkan.  Kepada hati yang kembali mencinta,  aku harap kamu tahu jalan pulang saat yang kau cinta mungkin hanya menganggap mu sebagai teman di kala dia sepi.  

Nyatanya mencintai memang sesulit ini, sesulit aku yang terus mengeja setiap aksara yang kau kirim.  Menerka setiap perasaan yang hadir dan memikirkan setiap hal yang kau lakukan.  Nyatanya hatiku terlampau dalam mencintaimu hingga untuk berhenti aku tidak mampu.  Walau hati mulai perih menahan sakit,  namun setiap pesan masuk mu adalah yang aku tunggu.  Dan Menunggu menjadi rutinitas tak terencana bagiku, menjadi hal menyenangkan saat aku sendiri.  

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya