Terima kasih pernah jadi tempatku menyadarkan kepala saat aku letih, pernah jadi tempat di mana aku bisa membagi duniaku, tawa dan sedihku. Di mana aku tidak perlu takut untuk kesepian dan merasa tidak ada yang peduli. 

Dan dunia memang tak mungkin akan selamanya jadi milik kita.

Advertisement

Aku percaya dan tahu pasti, bahwa apa yang datang suatu hari akan pergi. Karena tidak ada yang abadi di bumi ini. Ketika kita memulai cerita kita, aku tahu suatu saat kita akan terpisah bagaimana pun caranya. Aku memang dulu berharap, kita punya cerita yang selamanya. Bisa melewatkan berbagai musim denganmu, melewati setiap pergantian tahun demi tahun tanpa harus merasa kesepian. Tapi nyatanya, takdir punya kisah lain untuk kita jalani.

Aku yakin, yang terbaik sudah diberikan Dia untuk kita. 

Tidak ada yang salah dari perpisahan ini. Kamu harus banyak belajar untuk bisa menghargai apa yang telah dimiliki, dan aku harus belajar untuk jadi gadis dewasa. Tidak ada yang salah dari cerita kita, tidak juga salah satu dari kita. Aku menganggap ini cinta yang sebenarnya, saat bisa membuat diri semakin dewasa dan tidak memaksa untuk memiliki yang bukan digariskan untuk kita. 

Advertisement

 

Tidak pernah ada kata menyerah untuk memulai kisah baru. Bukankah semua pembelajaran pasti pernah menemukan titik gagal? Dan sayangnya itu terjadi pada cerita kita dulu. Jangan pernah menyesal, sebuah pertemuan diatur untuk tujuan tertentu. Menjadi sebatas pembelajaran atau untuk dijalani bersama selamanya. 

 

Duniamu akan tetap jadi milikmu, begitu juga dengan duniaku. Sementara yang hilang hanyalah sebuah kata “kita” yang pernah jadi harapan dalam setiap doa, yang pernah jadi mimpi yang hampir saja bisa diraih.

 

Tapi dunia yang kita punya tetap saja akhirnya harus terhenti, harus menyadari bahwa tidak lagi berputar untuk cerita kita, yang dipunya hanya tinggal cerita masa lalu, kenanglah yang baik buatmu dan maafkan semua yang mungkin kurang berakhir baik buatmu.

 

Cinta hanya soal menerima dan memberi, datang dan pergi, mengikat dan melepaskan. Memang hanya semudah itu, tapi kadang manusia membuatnya terlalu rumit. Memang tidak ada yang bisa dibilang gampang jika menyangkut soal hati, tapi pada akhirnya jika dia yang kamu beri hati pada akhirnya menciutkan kebahagiaanmu, lalu apa gunanya membuatnya merasakan sakit lebih lama lagi?

 

Bukan juga tentang menghitung seberapa banyak rasa bahagia yang sudah diterima, tapi bukankah melelahkan jika selamanya harus jadi pejuang cinta seorang diri? Karena perahu saja harus didayung bergantian kanan dan kiri, dan begitu juga ketika semuanya harus berjalan dengan seimbang. 

 

Aku merelakanmu, tapi tidak melupakanmu. Aku melangkah pelan tapi pasti, karena aku tahu dunia kita sudah tidak lagi ada. Aku dan duniaku melangkah maju, untuk terus tetap tersadar, bahwa seharusnya perjalananku tidak seharusnya berhenti karenamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya