#RemajaBicaraKespro-Lebih Kenal dengan Kesehatan Reproduksi Perempuan: Keputihan

Perempuan wajib tahu

Sudahkah kamu tahu tentang keputihan? Atau pernahkah kamu mengalami keputihan? Keputihan atau vaginal discharge adalah keluarnya cairan yang umumnya berwana putih dari vagina. Keputihan ini biasanya bersifat lengket dan ada juga yang lebih padat.



Umumnya keputihan normal dan berguna bagi tubuh khususnya untuk kesehatan reproduksi, namun ada keputihan yang berbahaya bagi tubuh dan bisa menimbulkan penyakit serius.



Keputihan yang normal biasanya terjadi pada saat stres, kehamilan, atau aktivitas seksual. Sedangkan keputihan yang tidak normal dan berbahaya bagi tubuh (keputihan patologis) dapat dilihat dari warna, konsistensi, volume, dan bau yang tidak seperti biasanya. (dr. Maizan Khairun Nissa, 2016)



Berbicara tentang keputihan, saya termasuk salah satu orang yang mengalami keputihan selama bertahun-tahun. Keputihan pertama saya terjadi pada saat saya berumur 10 tahun. Kala itu saya belum memahami dan kurang peduli terhadap keputihan yang saya alami. Pada tahun itu pula saya belum mengalami menstruasi. Jadi saya bersikap abai dan belum memberi tahu orang tua saya mengenai hal tersebut.



Namun, sampai saya berumur 11 tahun dan sudah mengalami menstruasi, keputihan saya belum berhenti dan bahkan hampir tiap hari terjadi. Saya mulai khawatir lalu menceritakan hal tersebut ke orang tua saya. Akhirnya, saya ditemani ibu saya untuk berkonsultasi dengan dokter di salah satu rumah sakit.



Setelah diperiksa dan dilakukan tes laboratorium, dokter memberi tahu saya dan ibu saya bahwa terdapat jamur di dalam vagina saya. Setelah itu, dokter memberikan resep obat khusus keputihan untuk saya konsumsi. Namun saat itu saya masih tidak peduli dan hanya mengonsumsi satu sampai dua hari, lalu saya abaikan obat tersebut.



Karena hal itu, saya masih mengalami keputihan sampai saya berumur 17 tahun. Selama beberapa tahun tersebut saya acuh tak acuh terhadap keputihan yang saya alami. Namun pada akhirnya saya mulai memikirkan lagi hal tersebut dan membicarakannya dengan orang tua.



Akhirnya, tahun ini saya ditemani ibu saya berkonsultasi lagi dengan dokter dan melakukan tes laboratorium. Hasilnya sama, terdapat jamur di vagina saya. Oleh karena itu, dokter memberikan saya resep obat dan beberapa hal yang harus saya lakukan (tips) untuk mencegah keputihan selama 2 minggu. Setelah 2 minggu, saya harus berkonsultasi lagi dengan dokter untuk dilihat perkembangannya.



Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa diakukan untuk mencegah keputihan berdasarkan saran yang dokter saya berikan:

1. Menggunakan pakaian dalam yang pas. Hindari menggunakan pakaian dalam yang ketat. Gunakanlah pakaian dalam yang pas dan nyaman di tubuh kamu.



2. Selalu keringkan area kewanitaan. Setelah buang air, kamu bisa mengeringkan area tersebut dengan handuk kering agar tidak lembab dan mencegah adanya jamur atau bakteri.



3. Menggunakan sabun khusus area kewanitaan. Dalam hal ini, dokter memberi saya resep khusus. Namun kamu bisa menggunakan sabun lain jika ada.



4. Minum air mineral dalam jumlah yang cukup. Jangan sampai kamu kekurangan air mineral dalam tubuh kamu karena air mineral sangat bermanfaat bagi tubuh kita termasuk organ reproduksi!



Jadi kesimpulannya adalah kita harus aware terhadap kesehatan tubuh kita, termasuk organ reproduksi kita khususnya untuk para remaja. Karena selagi masih muda, kita bisa mencegah terjadinya penyakit organ reproduksi yang berbahaya serta memperbaiki penyakit organ reproduksi yang sudah ada pada diri kita sedari dini.



Karena kalau tidak sekarang, kapan lagi?



Salam hangat,

Andini

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini