Pandemi Covid-19 Ternyata Berdampak Juga Pada Kesehatan Mental, Lhoh!

Dampak Pandemi Covid 19 Bagi Kesehatan Mental

Di kala situasi sedang pandemi seperti ini pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan membuat beberapa program seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan WFH (Work From Home). Masyarakat diwajibkan untuk menaati peraturan tersebut guna memutus penyebaran Covid-19, masyarakat diharapkan agar tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan seperti nongkrong atau makan di restoran bersama dengan kerabat atau teman dekat. Pemerintah juga menganjurkan para masyarakatnya untuk melakukan social distancing guna mencegah penularan Virus Corona yang begitu cepat menjalar. Akan tetapi pada fakta nya masyarakat masih banyak yang mengabaikan hal tersebut dan tetap saja memutuskan untuk keluar rumah dan bahkan mereka tetap nekat pulang ke kampung halaman karena mereka beranggapan bahwa kondisi akan aman dan baik – baik saja karena selalu menggunakan masker dan membawa hand sanitizer.

Advertisement

Akan tetapi tanpa mereka sadari,hal tersebut bisa berdampak sangat buruk bagi mereka dan masyarakat sekitar. Mungkin bisa saja mereka tidak terkena virus tersebut tetapi mereka justru bisa membawa virus dari luar yang kemudian bisa menularkan pada orang di sekitar nya. Hal ini tentu saja sangat membuat para masyarakat merasa bosan terutama para generasi milenial karena mereka tidak bisa berinteraksi secara normal seperti layaknya di kampus dan di tempat tongkrongan. Hal ini cenderung membuat anak-anak ini untuk mengalami gangguan kesehatan mental, seperti mereka bisa mengalami stress yang berlebihan akibat tidak keluar rumah dan merasakan kebosanan yang sangat luar biasa. Catatan kematian publik mencatat bahwa seseorang yang mengalami stres memiliki risiko kematian hingga 48%.

Tetapi dalam studi dia menemukan bahwa stres berbahaya jika seseorang yang mengalaminya percaya bahwa stres dapat berbahaya bagi kesehatan mereka. Bukan stres yang bisa membunuh mereka, tetapi kepercayaan mereka pada stres yang memungkinkan mereka melukai diri sendiri. Seseorang yang mengalami stres dan tidak berpikir bahwa stres itu berbahaya memiliki risiko kematian yang rendah dari mengubah cara berpikir kita tentang stres, kita juga dapat mengubah respons tubuh kita. Oleh sebab itu untuk mengatasi hal tersebut sebenarnya mereka bisa memanfaatkan waktu luang seperti membuat kreasi dengan Tik Tok atau bertemu kawan secara virtual melalui Video Call tanpa harus menemui mereka. Dengan begitu akan mengurangi rasa bosan dan stress saat berada di rumah. Dengan menaati aturan yang di anjurkan oleh pemerintah kita sudah turut serta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19.

Di saat pandemi seperti ini banyak orang yang harus melakukan pekerjaannya tanpa keluar rumah guna mencegah terjadinya penyebaran Covid 19. Banyak dari mereka mengisi waktu luang untuk bermain sosial media melalui gadget seperti aplikasi sosial media berupa tayangan video misalnya, You Tube merupakan salah satu aplikasi sosial media yang banyak digunakan oleh berbagai kalangan di Indonesia saat ini, bagi sebagian orang YouTube merupakan hiburan untuk mengatasi kebosanan. Terkait hal tersebut You Tube adalah sarana yang tepat untuk memikat para pengguna nya untuk mengetahui program yang hendak dikampanyekan, selain itu You Tube juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui berita ter update setiap hari nya. Selain itu sosial media seperti You Tube ini memiliki cakupan yang luas serta dapat mempercepat penyebaran berita seputar Covid 19. Dengan membuat sebuah channel You Tube yang membahas seputar informasi mengenai perkembangan tentang Pandemi Covid 19.

Advertisement

Tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kinerja pemerintah dalam menangani penyebaran wabah virus Covid 19 yang semakin luas, membuat pemerintah harus berinovasi untuk membuat program guna mencegah penyebaran Covid 19 dengan upaya membuat program seperti pembatasan sosial bersekala besar. Dalam pengadaan program ini peran aktor politik sangat penting untuk kita dapat memperoleh perhatian dan aspirasi masyrakat dalam menerapkan program tersebut. Aktor politik tersebut merupakan pemimpin perubahan dari program yang akan diciptakan. Seperti memberikan beberapa sosialisasi kepada masyarakat oleh Pak Anies Baswedan kepada masyarakat DKI Jakarta untuk mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah, dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran Covid 19 melalui berbagai media seperti surat kabar, Televisi, dan Internet. Karena keterlibatan aktor politik bisa menjadi panutan bagi masyarakat dan akan memberikan dampak yang sangat besar bagi lingkungan masyarakat sekitar.

Kondisi sosial di dalam sosiologi sangatlah penting dan bisa mempengaruhi kesehatan manusia di dunia ini. Manusia sendiri diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri oleh sebab itu mereka harus saling mendukung di dalam segala aspek demi terwujudnya dunia sosiologi yang harmonis dan sehat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE