Patah Hati Mengajarkanku Arti Sebuah Keimanan dan Keikhlasan

Terima kasih Tuhan, dengan masalah ini aku menjadi lebih dewasa

Patah hati yang kurasakan kali ini berbeda dengan patah hati yang telah lalu. Kali ini rasa sakitnya mampu membuatku menangis di setiap sujud malamku. Dulu, jika aku patah hati, aku selalu bisa bangkit dan tersenyum dengan mudahnya. Tapi untuk kali ini berbeda. Mungkin karena jalan cerita yang diberikan Tuhan kali ini jauh lebih rumit dan dalam. Baru kali ini aku merasakan jatuh cinta yang teramat dalam dengan seseorang. Ku kira Tuhan mengirimkan dia kepadaku untuk mewarnai hatiku yang lama tak bisa tersentuh oleh cinta lelaki. Tapi sekarang aku sadar, dia adalah ujianku.

Advertisement

Aku patah hati. Mungkin Tuhan cemburu denganku karena aku mencintainya melebihi cintaku kepada-Nya. Mungkin Tuhan tidak suka dengan caraku mencintainya yaitu dengan cara yang salah. Oleh karena itu, Tuhan memberikan takdir rasa patah hati yang teramat sakit kepadaku. Tuhan membiarkan dia pergi. Bukan dia yang salah atau takdir yang salah. Tidak ada yang pantas disalahkan dalam cerita cinta ini.

Sebab, aku tahu. Maksud Tuhan memberikan kepedihan ini untuk membuatku belajar arti sebuah keimanan. Percaya bahwa Tuhan selalu bersamaku walau manusia bisa datang dan pergi kapan saja. Percaya bahwa setelah kesedihan, Tuhan akan kirimkan kebahagiaan. Percaya bahwa sebuah pengharapan kepada Tuhan pasti akan berbalas. Mungkin saat ini dia pergi dariku, tapi aku percaya Tuhan akan mengirimkan dia kembali pada saat yang tepat. Aku tidak pernah merasakan se-percaya ini sebelumnya.

Advertisement

Untuk saat ini, aku hanya bisa menangisi semua ini di dalam sujud panjangku. Hanya dengan itu aku bisa berbagi kesedihan dengan Sang Pemilik Hati. Hanya dengan sujud rasa sakit dihati mampu terobati. Dan hanya dengan meminta kepada Pemilik Hati, aku semakin percaya bahwa tidak ada selain Dia yang mampu menyelesaikan cerita pedih ini.

Aku juga percaya bahwa tidak ada doa yang sia-sia. Aku akan terus berharap dan berdoa kepada pemiliik hati agar dia kembali. Jika dia tidak kembali, bukan berarti Tuhan tidak mengkabulkan doa-doa. Bukan berarti juga Tuhan tidak berpihak kepadaku, tetapi Tuhan akan memberikan sebuah pelajaran lagi. Pelajaran yang akan aku dapatkan adalah keikhlasan. Mungkin pelajaran ini akan menjadi pelajaran yang terberat dalam hidup. Merelakan orang yang kita cintai bahagia tetapi bukan bersama kita. Membayangkannya pun aku tak sanggup. Tapi inilah hidup. Tidak semua keinginan kita akan menjadi nyata. Akan tetapi, Tuhan tahu mana yang baik untuk kita karena Tuhan Maha Mengetahui segalanya. Ikhlas tidaklah mudah dan lagi-lagi aku percaya, Tuhan akan selalu membuat hamba-Nya bahagia dengan berbagai cara walau semua itu sakit diawal. Percayalah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A Human

CLOSE