Jodoh itu soal waktu, jika sudah waktunya seberapa banyak kamu memilih dan seberapa lama kamu menunggu jika sudah tepat waktunya dia pasti akan datang.


Pernah ku mencintai setulus hati, memberi kasih sepenuh jiwa. Mempercayakan seluruh hati hanya untuk yang terkasih. Pernah kurasakan betapa indah mencintai seakan dunia milik berdua. Saat itu aku selalu memohon untuk kita hidup bersama dengan mimpi mimpi yang kita bangun berdua, mimpi yang selalu kusemogakan dalam setiap keadaan.

Kupasrahkan hati sepenuhnya karena janji akan selalu bersama. Kamu selalu menjadi prioritas,hanya ada kamu dan selalu kamu dalam lingkaran duniaku, hingga aku melupakan aku juga makhluk yang butuh bersosialisasi. semua seakan tidak penting ketika aku telah bersamamu.

Malam itu menjadi malam terburuk yang kadang ku rutuk dalam hati, ketika bulan dan bintang menjadi saksi pengkhianatan cinta suci, saat kutemukan bahwa kau dengan dia ternyata mendua. Aku terpaku tanpa sepatah kata, seakan kosakata hilang tak tersisa. Menurutmu reaksi apa yang harus kutunjukkan ketika kutemukan mungkin akulah yang jadi simpanan?

Rasa sesal, kecewa, sakit dan terluka bercampur menjadi kehancuran yang tak tersampaikan, seakan ikut berkolaborasi menghancurkan yang sudah hancur. Aku tak pernah menyangka bila patah hati sakitnya sedasyat ini. sudah kualami patah sebelumnya dengan kadar sakit yang berbeda beda, tapi karenamu patahan-patahan itu kini hancur remuk tak tersisa. Masihkah bisa disatukan kembali?

Advertisement

Kegagalan itu membawaku berpetualang, bukan lagi soal cinta, bukan pula soal janji manis di masa depan ataupun romantisme hidup berdua. Tapi berpetualang untuk memantaskan diri, melakukan yang terbaik dan menjadi luar biasa. Dengan semau kegagalanku aku belajar bahwa ternyata hidup tak melulu soal cinta. Mungkin ini cara Tuhan menyelamatkan ku dari kehancuran di masa yang akan datang.

Terima kasih untuk mu lelaki dimasa lalu yang menorehkan luka dan mematahkan benih cintaku, darimu aku belajar berjuang untuk menjadi lebih baik. Terima kasih telah melepaskanku dari kepalsuan ini, memberiku kesempatan untuk membenahi diri agar menjadi pantas untuk calon jodohku dimasa depan. Berkatmu, kini aku tau bahwa jodoh yang tepat akan datang diwaktu yang tepat, bukan dengan cara dipercepat.

Teruntuk lelakiku di masa depan dimanapun kamu berada ketahuilah bahwa kini aku sedang berjuang untuk layak bersanding denganmu. menyelesaikan studyku ke jenjang yang lebih tinggi, meniti karierku sekuat semampuku, mempercantik akhlak dan inner beauty serta memperbaiki gaya hidupku, semoga aku sudah cukup pantas untuk berada disampingmu.

Kelak, ketika menurutmu aku sudah cukup pantas bagimu, datanglah bersama orangtua mu, karena bagiku cinta yang sesungguhnya adalah dengan cara memintaku dengan terhormat kepada ayah dan ibuku.

salamku untukmu calon imam masa depan yang masih saling berjuang untuk menjadi yang terbaik.