Seperti yang kita semua tau, sejak Desember 2019 lalu, dunia dihebohkan dengan sebuah penemuan virus baru di wilayah Wuhan, China. Virus tersebut dinamakan Covid-19 atau biasa disebut dengan Virus Corona. Yang kemudian virus tersebut mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia tidak terkecuali di Indonesia. Kasus pertama yang ada di Indonesia adalah pada bulan Februari 2020 dengan jumlah korban 2 orang di wilayah Depok, Jawa Barat. Karena penyebaran virusnya sangat cepat, maka timbul lebih banyak korban jiwa. Dilansir dari JHU CSE COVID-19 per 12Â Â Maret 2021, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1,41 juta jiwa, dimana 1,23 juta dinyatakan sembuh dan 38.228 jiwa dinyatakan meninggal dunia.
Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah tegas untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran Virus Corona, mulai dari memerintahkan masyarakat agar melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) hingga melakukan lockdown di semua wilayah, dan melakukan vaksinasi. Banyak akibat yang ditimbulkan dari diberlakukannya lockdown tersebut, mulai dari sektor perindustrian hingga sektor pendidikan.Â
Dalam sektor pendidikan, pembelajaran yang biasanya dilakukan didalam kelas secara langsung dengan tatap muka, selama pandemi covid-19 kegiatan tersebut harus dilaksanakan dari rumah secara online atau daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring berlaku untuk semua jenjang mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi. Sehingga dampak dari pembelajaran ini sangat dirasakan oleh pendidik maupun peserta didik. Mereka diharuskan untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Yang mana didalam kebiasaan baru ini, baik pendidik maupun peserta didik juga harus beradaptasi dengan teknologi. Hal itu dikarenakan dalam masa pandemi sekarang ini, teknologi sangat berperan aktif dalam membantu proses pembelajaran melalui berbagai vitur yang dimilikinya. Contohnya seperti aplikasi WhatsApp, Google Meet, Zoom, dan lain sebagainya yang memudahkan pendidik dan peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara online.
Pembelajaran online di tengah pandemi ini dirasa efektif untuk memutus rantai penyebaran Virus Covid-19. Namun pada proses belajar mengajar, peserta didik seringkali merasa jenuh karena mereka hanya belajar di rumah sendirian tanpa bertemu dengan teman-temannya. Selain itu, pembelajaran online juga dirasa kurang memahamkan pelajaran terhadap peserta didik karena beberapa materi susah untuk dipelajari secara mandiri.Â
Untuk menjawab kejenuhan peserta didik dalam proses belajar, beberapa sekolah menggunakan sistem kunjungan ke rumah. Sistem ini dilakukan oleh para pendidik dengan membuat kelompok untuk peserta didik yang terdiri dari 6 sampai 7 peserta didik. Kemudian  pendidik akan berkunjung dan menyampaikan pembelajaran di rumah peserta didik sebanyak 2 kali dalam seminggu secara bergantian. Selain  langkah tersebut, juga masih banyak lagi inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah dalam pembelajaran daring guna menunjang pembelajaran di tengah wabah pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”