Usia kepala dua dan menjadi dewasa. Dari segi sikap dan pemikiran, dunia seolah menuntutmu harus sempurna. Banyak ucap mereka di luar sana, bahwa pencapaian paling benar adala seperti keinginan mereka. Diriku, inilah hidupmu. Hidup ini adalah milikmu, berhentilah mengangguk untuk pinta mereka. Kamu berhak menjadi apapun yang kamu inginkan. Dengan usahamu, dengan doamu, dengan kerja kerasmu.

Diriku, hidup ini menawarkan banyak kemungkinan, ambilah banyak kesempatan dari berbagai arah yang akan menuntunmu dalam kebaikan. Diriku, aku tahu kamu cemas dengan berbagai macam ketidakpastian dalam hidup. Kadang kamu lelah menerka seperti apa masa depan yang aka nada di depan mata. Tapi kali ini meredalah, tidak pantas bagimu terlalu mengkhawatirkan, yang harus kamu lakukan adalah mengusahakan sebaik-baiknya apa yang kamu hadapi setiap harinya.

Advertisement

Diriku, dunia ini selalu penuh kejutan, maka bersiaplah dengan segala bentuk patah hati, kekecewaan, kegagalan yang sudah pasti akan menghampirimu. Ketika itu terjadi kumohon kamu tetap sabar dan tabah meski segalanya terlihat payah. Sebab keadaan tak pernah tetap, menyapamu hanya sementara.

Diriku, ada saat mengikuti kata hati tak sesederhana dulu lagi, tapi semoga dalam langkah setiap keputusan yang mantapkan adalah berkat bijak hati dan akal sehat yang kamu gunakan. Diriku, jangan pernah bosan mempelajari banyak hal baru. Sangat pantas dirimu menambah wawasan, mengasah kemampuan, serta bercengkrama dengan banyak manusia yang akan menempamu dalam proses pendewasaan.

Dirku, jatuh bangun juga segala sakit adalah bukti bahwa ragamu dan jiwamu masih berfungsi, begitu juga dengan lelahmu, tidak ada kata beristirahat untuk otak dan pikiranmu sebab tidak akan pernah menjadi sia-sia. Buatmu selamaitu bermanfaat, tidak ada tempat malas untuk menuntut.

Advertisement

Diriku, hari-hari berat dan banyak kehilangan akan sesekali mengunjungi, persiapkanlah nuranimu untuk satu hari tanpa aba-aba tapi penuh penolakan parah. Penerimaanmu akan keadaan adalah amunisi terhebat dari dirimu sendiri.

Diriku, jangan pernah menyerah meski kenyataan di hadapanmu benar-benar menyeret untuk pasrah. Selama doamu melangit, kemudahan tidak akan pernah terlambat menyelamatkanmu. Kesalahan tidak boleh menyebabkanmu menyesali, sebab perihal kejadian di bumi ini tidak akan terpungkiri, untuk itu hanya ikhlas yang harus turut hadir.

Diriku, jangan berputus asa untuk mewujudkan mimpi, rencana, juga tujuan-tujuanmu. Proses panjang yang akan menuntunmu dan mendewasakanmu. Selamat menjadi dirimu sendiri, mencoba baik-baik saja, menebar laku hangat untuk setiap orang. Menjadi berarti yang bukan sekedar istimewa, tapi kamu selalu pantas dikagumi semesta.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya