Sebagian anda mungkin menyukai masakan padang yang di hidangkan dalam rumah makan sederhana hingga restaurant terdapat banyak menu seperti rendang, gulai ayam, kepala kakap, gulai cincang dan sebagainya. Namun dalam beberapa tahun belakangan menurut survei ini penjualan nasi padang di jakarta kian menurun, kenapa?

Kembali pada konsep sebuah masakan padang yang versi aslinya ketika anda membeli langsung di Kota Padang, yang di mana isi makanan terasa begitu lengkap berbeda dengan sajian yang ada di Jakarta walaupun sama-sama menjual nasi padang.

Advertisement

Jika dilihat di dalam sajian makanan nasi padang yang dibeli di kota nya langsung terdapat isi yang komplit yang umumnya seperti ini :

1. Nasi Banyak

2. Kuah Merah, Hijau, Kuning.

Advertisement

3. Sayuran daun singkong, toge, kacang panjang

4. Sambal Merah dan Hijau

5. Kerupuk Emping dan Sanjai

6. Sedikit Kuah Rendang.

7. Sedikit Cincang Daging Sapi.

8. Lauk seseuai plihan seperti ayam bakar, dendeng, rendang, goreng ikan dsb.

Berbeda dengan saat kita beli di Jakarta, walaupun sama-sama masakan padang dengan sajian orang padang, namun ternyata sangat berbeda jauh dengan versi aslinya, umumnya dalam beberapa hal ini orang jadi beralih memilih makanan lain.

1. Dalam Hal Rasa Berbeda.

2. Isinya cuma nasi itupun sedikit > kuah > lauk > daun singkong

3. Harga cukup tinggi bagi pelajar kisaran Rp. 15.000 – 20.000

4. Dan lainnya.

Sangat jauh berbeda bukan? Inilah hal yang membuat orang beralih membeli makanana lain alhasil omset penjualan orang padang di Jakarta kian menurun hingga muncul menu paket hemat Rp. 12.000.

Walaupun begitu jika pelanggan sudah beralih maka biasanya tidak akan pernah datang lagi ketempat, dengan begitu imbasnya ke rumah makan padang lainnya juga tidak dilirik oleh masyarakat.

Konsep masakan padang yang jauh dari versi aslinya serta rasa yang tidak sesuai dengan sajian padang lalu harga yang relatif tinggi inilah yang akan menurukan peminat pembeli membeli makanan padang di Jakarta.

Intinya : selain kota padang, jika diluar kota seperti Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya ada rumah makan padang pasti hidangannya berbeda dengan aslinya, begitupun dengan rasanya.

Jadi bagi anda penikmat masakan padang satu-satu nya cara pada saat ini adalah merasakan langsung ke kota Padang, sampai para pedangan masakan padang di kota lain berubah.

Berubah maksudnya supaya si penjual berfikir 2 kali, tidak hanya serta merta mencari keuntungan sebesar-besarnya namun juga pikirkan kelangsungkan konsumen agar tetap bertahan dari waktu ke waktu dengan menginkatkan kualitas rasa dan memberikan hidangan versi asli untuk konsumen, bukan saat seperti sekarang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya