Apasih Pentingnya Konsep Diri Untuk Mahasiswa?

Mahasiswa sebagai kaum intelektual dan anggota masyarakat memiliki fungsi dan peran penting sebagai agent of change dalam membawa perubahan bagi negara. Wawasan dan pengetahuan serta pendapat yang diutarakan oleh mahasiswa mampu membawa paradigma yang berkembang dan memberikan kesejahteraan dalam dunia pendidikan.

Sebelum mahasiswa terjun langsung di masyarakat, secara umum mahasiswa harus menjalankan tugas-tugas perkuliahannya dan melibatkan diri dalam kegiatan perkuliahan di universitas maupun sekolah tinggi lainnya, sebagai tempat dimana mahasiswa memperoleh ilmunya.

Sangat menarik dalam membahas mahasiswa dengan segala riset yang telah menjadikan mahasiswa sebagai objek penelitian. Perkuliahan online belum lama ini disebabkan adanya pandemi covid-19 sehingga masyarakat terpaksa harus lockdown atau berdiam diri di rumah. Pandemi yang berlangsung ini tentunya tidak membuat padam semangat para mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan meskipun secara daring atau online.

Akan tetapi di samping semangatnya belajar para mahasiswa dalam perkuliahan daring ini, tidak sedikit kendala dan tantangan yang dirasakan sehingga beberapa mahasiswa menjadi malas atau kurang memahami materi yang didapatkannya selama kuliah daring. Hal ini sangat disayangkan karena mahasiswa telah mengeluarkan usaha dan biaya menempuh pendidikannya.

Setelah pandemi berakhir, perkuliahan secara tatap muka kembali dilaksanakan. Dengan adanya perubahan pembelajaran dari daring ke luring, tentu saja mahasiswa memerlukan adaptasi kembali sehingga masih ada tantangan bagi mahasiswa tersebut. Sebagian besar mahasiswa mengalami kecemasan dalam perkuliahan tatap muka karena mereka telah terbiasa mengikuti perkuliahan secara online, untuk itu mahasiswa harus melibatkan diri dalam kegiatan akademiknya.

Keterlibatan mahasiswa ini penting dalam menunjang prestasi akademiknya. Keterlibatan yang tinggi akan semakin tinggi hasil akademiknya, begitu pula sebaliknya keterlibatan yang rendah akan semakin rendah hasil akademiknya (Bariyah & Pierewan, 2017). Oleh karena itu mahasiswa diharapkan untuk melibatkan secara penuh untuk menunjang pendidikan agar semakin baik. Dalam permasalahan yang dialami oleh mahasiswa mengenai keterlibatan sangat berkaitan dengan konsep diri mahasiswa terutama konsep diri akademik.

Salah satu contoh kasus yang dialami oleh mahasiswa ketika menempuh pendidikannya mengenai keterlibatan yang rendah, yaitu memiliki ciri tidak ada keinginan dalam menempuh pendidikannya secara penuh. Dalam menghadapi permasalahan ini, diperlukannya penanaman konsep diri terutama konsep diri akademik pada mahasiswa. Secara sederhana, konsep diri menurut Myers (2013) adalah jawaban-jawaban atas pertanyaan siapa saya?.

Konsep diri dapat diartikan gambaran mengenai aspek-aspek yang membentuk diri seseorang. Konsep diri terdiri dari dua elemen yaitu skema diri dan kemungkinan.  Skema diri akan membantu dan memberikan panduan dalam pemrosesan informasi yang relevan dengan diri sendiri. Skema diri ini juga mempengaruhi perilaku pada individu mahasiswa tersebut. Kemungkinan diri merupakan suatu bayangan atau ekpetasi diri mengenai apa yang ingin dilakukan oleh individu tersebut. Dengan adanya kemungkinan diri ini, mahasiswa akan termotivasi dalam melakukan hal-hal yang diinginkan dan memperbaiki serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

(Hurlock, 2005) menjelaskan konsep diri merupakan gambaran yang dimiliki individu mengenai dirinya sendiri. Hurlock juga mengemukakan dua tingkatan konsep diri yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Pada kosep diri positif ini, individu mengembangkan sifat-sifat percaya diri, menghargai diri sendiri, dan kemampuan melihat dirinya sendiri. Sedangkan pada konsep diri negatif, individu megembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri, serta merasa ragu dan kurang percaya diri. Hal ini menimbulkan penyesuaian diri yang buruk. Para mahasiswa harus memiliki konsep diri yang positif sehingga dapat melibatkan dirinya dalam kegiatan akademisnya dengan baik. Pola pembentukan konsep diri seseorang pada dasarnya terbentuk melalui proses belajar dalam interaksinya dengan lingkungan sosial.

Konsep diri dalam akademik ini berperan penting pada proses belajar mahasiswa melalui keterlibatan mahasiswa dengan konsep diri akademik. Kimzi (Tan, 2019) juga menjelaskan bahwa keberhasilan prestasi mahasiswa ini juga ditentukan tiga faktor yaitu konsep diri, regulasi diri, dan efikasi diri. Khalaian (Tan, 2019) menjelaskan bahwa konsep diri akademik merupakan salah satu kunci penting untuk mencapai prestasi akademik. Konsep diri dalam akademik bukan hanya hasil yang diperoleh menjadi penting, tetapi pentingnya juga berfungsi sebagai indikator hasil skolastik.

Konsep diri diakui bermanfaat dalam memfasilitasi pemahaman perkembangan resiliensi, prestasi akademik dan kematangan sosial dan emosional pada individu (Prehn, Peacock, & Guerzoni, 2021). Menurut Yeung (Prehn et al., 2021), dalam pendidikan, istilah 'konsep diri akademik' digunakan untuk secara bersamaan memastikan evaluasi mahasiswa tersebut terhadap kompetensi akademik mereka secara keseluruhan dengan sesuai kemampuannya.

Pada uraian diatas, maka dapat dipahami bahwa konsep diri ini termasuk dalam konsep diri positif yang berarti konsep diri akademiknya sejalan dengan perkembangan individu pada mahasiswa tersebut. Oleh karena itu, perlunya ditanamkan konsep diri akademik dengan melakukan afirmasi pada diri mahasiswa dengan cara meningkkatkan konsep diri melalui tingkah lakunya sedemikian rupa sehingga menimbulkan keterlibatan akademik yang membawa perubahan positif.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini