Pentingnya Mindset Dalam Diri Mahasiswa

Pentingnya menentukan mindset belajar sejak awal, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Dalam dunia Pendidikan tidak bisa dipungkiri jika mindset itu perlu dimiliki dan dikembangkan oleh setiap siswa. Mengapa setiap siswa perlu itu? Karena, setiap siswa yang ingin mempelajari suatu materi membutuhkan mindset yang jelas, karena tanpa menentukan mindset yang jelas siswa akan kebingungan dalam memahami isi materi yang akan dibaca. Oleh karena itu, mindset ini dijadikan tolak ukur siswa dalam menentukan keberhasilan kariernya.

Advertisement

Sebelum membahas lebih dalam lagi mengenai mindset, apa sebenarnya makna kata mindset dalam Pendidikan? Menurut Gunawan (2007) dalam dunia Pendidikan mindset diartikan sebagai cara berpikir seseorang dalam menentukan perilaku, kemampuan, pandangan, maupun sikap mereka kedepannya dalam menentukan kariernya. Sehingga, arti kata mindset adalah cara berpikir seseorang dalam membentuk suatu pengalaman dan keyakinan untuk berpikir secara kritis dan mendalam.

Bagaimana cara seseorang untuk menemukan mindset dalam dirinya? Mindset dalam diri seseorang bisa didapatkan dengan menerapkan sikap selalu percaya dan yakin bahwa kemampuan serta talenta yang ada dalam dirinya itu bisa diasah sedikit demi sedikit dengan keteguhan hati dan usaha yang maksimal.

Oleh karena itu, mindset perlu dimiliki oleh setiap orang, baik yang masih menempuh pendidikan maupun orang yang sudah bekerja. Akan tetapi, mindset ini lebih diperhatikan untuk seorang yang masih menempuh Pendidikan baik itu SD, SMP, SMA, maupun yang sudah berkuliah. Faktanya, banyak orang diluar sana yang masih bersikap tidak peduli dengan mindset mereka, tetapi ada juga orang yang sudah menggunakan mindset mereka sehingga mereka bisa lebih bisa mengatur dirinya sendiri dalam menentukan masa depannya nanti.

Advertisement

Terkadang banyak siswa dan mahasiswa yang masih memiliki cara berpikir belajar dengan cara menghafal materi. Sebenarnya konsep menghafal boleh saja diterapkan dalam diri seseorang, tetapi metode ini kurang efektif jika diterapkan dalam lingkup Pendidikan, karena ini akan memengaruhi gaya belajar siswa kedepannya sampai akhirnya menginjak ke jenjang perkuliahan, karena siswa akan mengikuti gaya belajar dari masa kemasa.

Misalnya pada saat akan melaksanakan ulangan di kelas kebanyakan orang pasti menggunakan metode belajar menghafal seluruh materi, tentu materi tersebut akan diingat oleh seseorang tetapi tidak dalam jangka waktu yang Panjang karena ia berpikir jika ilmu itu digunakan hanya untuk ulangan saja agar hasilnya memuaskan. Berbeda halnya dengan menggunakan metode belajar pemahaman, dalam metode ini ilmu akan bisa dinikmati dalam jangka waktu yang panjang, karena dalam metode ini siswa menggunakan cara berpikir yang kritis dan mendalami semua materi yang disampaikan. Oleh karena itu, apabila hanya menggunakan metode menghafal tanpa memahamai ilmu yang sudah disampaikan itu semua percuma, tidak ada manfaatnya.

Advertisement

Dalam belajar perlunya menerapkan situasi belajar dengan cara memahami konteks apa yang dibaca, ini merupakan keinginan pemerintah melalui kemendikbud. Dengan demikian, mengapa sekarang Ujian Nasional diganti dengan ujian assessment? Itu semua diganti, karena pemerintah menyadari bahwa dengan konsep memahami dan menerapkan ilmu tersebut ke dalam Pendidikan ini termasuk menggunakan metode yang kuno dan sangat ketinggalan zaman, sehingga pentingnya mengembangkan skill yang kita punya, karena lulusan yang hanya mengajarkan teori saja pada pembelajaran di kelas ini tidak mampu bersaing dengan sekolah yang menerapkan metode praktik dalam kelas. Sedangkan, dalam dunia pekerjaan yang selalu dipentingkan itu lebih ke praktik daripada teori.

Dengan menerapkan mindset menghafal bukan memahami, ini akan mempengaruhi cara berpikir siswa maupun mahasiswa kedepannya. Misalnya saja dengan menggunakan mindset menghafal, memang ilmu itu akan tersampaikan dengan baik tetapi tidak akan bertahan dalam jangka waktu panjang, begitu juga sebaliknya apabila seseorang menggunakan metode belajar dengan cara memahami ilmu itu akan bertahan dalam jangka waktu panjang, karena mereka memahami dan mengembangkan konsep tersebut secara keseluruhan.

Apakah bisa merubah mindset yang sudah terlanjur ada dalam diri seseorang? Tentunya bisa, setiap mindset pasti bisa dibentuk ulang oleh seseorang dengan merubah kesadaran dalam diri masing-masing, bisa saja dengan mengalami suatu kejadian pola pikir sehingga pola pikir bisa dirubah dengan sendirinya, dan ada juga yang merubahnya dengan bantuan Psikolog Neuro-Linguistic programming yang kompeten pada setiap bidangnya.

Nasib seseorang akan dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu, apabila mindset atau cara berpikirnya pun berubah, salah satunya yaitu dengan menempuh Pendidikan yang setinggi-tingginya. (Alphad Miftahul Haqqi Akmal, S.T Matsumi Coorporation). Oleh karena itu, Jika seseorang tidak merubah mindsetnya yang akan terjadi yaitu nasib seseorang tersebut pun juga tidak akan berubah. Tentu saja akan terasa sulit merubah perilaku yang buruk ke perilaku yang baik. Oleh karena itu, perlunya sikap merubah sedikit demi sedikit agar kedepannya kita bisa terbiasa dengan pola berpikir yang baru nantinya.

 Perlu diketahui jika mindset dalam diri itu dapat kita ubah dengan melihat kemampuan dasar yang kita miliki. Misalnya dengan merubah paradigma bahwa belajar memahami materi lebih menyenangkan dan juga dapat menguntungkan untuk diri kita kedepannya daripada hanya sekadar menghafal saja.

Maka dari itu perlunya memahami waktu belajar diri kita agar dalam belajar kita akan lebih mudah untuk memahami suatu materi, sehingga bisa melupakan gaya belajar dengan menghafal. Dengan demikian, mari mengaplikasikan waktu belajar yang tepat agar kinerja otak dalam diri kita semakin berkembang dengan sendirinya. Setelah itu, asah pikiran agar kita bisa berpikir secara lebih objektif dalam memahami materi, dan agar bisa berpikir secara kritis dalam mengasah cara berpikir kita.

Dari beberapa hal di atas, maka mulailah dan biasakanlah cara berpikir memahami suatu materi daripada menghafal, karena dengan menggunakan metode pemahaman ini akan mempermudah kita dalam menggali ilmu kedepannya dan dengan menggunakan metode ini secara otomatis otak atau pikiran kita akan lebih bersikap kritis dalam memahami dan mendalami suatu materi. Dalam hal ini mari kita tumbuhkan sikap memotivasi diri sendiri agar kita memiliki semangat dalam merubah mindset kita dan temukan orang yang senantiasa menerapkan cara berpikir dengan cara memahami materi bukan hanya menghafal agar kita bisa termotivasi untuk merubah mindset dalam diri kita agar bisa meniru cara positif mereka.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE