Hidup memang penuh warna. Ada banyak harapan yang terkadang nggak sesuai dengan kenyataan. Pun banyak rencana yang nggak sejalan dengan harapan. Hidup tersusun atas berbagai macam cerita. Layaknya sup buah yang sering kita makan, ada berbagai macam ukuran, rasa yang berbeda dan yang membuat berbeda hanya cara kita menyikapinya.

Orang jawa bilang “hidup itu sawang sinawang” apa yang orang lain lihat pada diri kita belum tentu itu fakta yang sebenarnya. Orang lain bisa saja melihat kita selalu bahagia dan ceria, meskipun hati kita hancur remuk redam. Orang berpikir bahwa kita hidup nyaman dengan segala hal yang kita upayakan mati-matian toh mereka nggak pernah paham bagaimana lelahnya kita berusaha.

Advertisement

Begitulah hidup, nggak selalu yang orang lihat itu merefleksikan kenyataan yang sebenarnya. Hidup ini keras, dunia bernama realita ini tidak mengenal ampun. Jika kita lunak pada kehidupan maka kehidupan yang akan keras terhadap kita. Belum lagi galau, perasaan yang sensitif, air mata dan dusta turut serta menjadi bagian dari hari-hari. Jika mau berkata jujur, kita tentu ingin kehidupan yang sempurna tanpa cacat, kehidupan yang indah, nyaman dan mudah. Tentu saja kehidupan seperti ini hanya ada di surga.

Oke, wake up, Girls! Kita hidup di dunia nyata, disinilah pentingnya self motivation. Meskipun kita ini bukan Mario Teguh atau kuliah dengan jurusan psikologi, memotivasi diri sendiri harus kita lakukan. Karena menjadi kuat itu kebutuhan, bukan pilihan. Kita tentu nggak mau hidup jadi cewek menye-menye dan bergantung pada orang lain. Asal kita ingat ya, Girls, hal paling menyedihkan dalam hidup ini adalah berharap pada manusia. Ingat, berharap hanya pada Tuhan.

Kita butuh membaca buku-buku motivasi, menyimpan banyak kalimat-kalimat positif sebagai nutrisi jiwa serta membantu sesama manusia. Jangan biarkan kegalauan membuat kita nggak produktif dan merusak semangat hidup. Kita manusia memiliki akal dan pikiran, hal ini yang membedakan kita dengan hewan. Kita menyadari, meskipun menjadi strong adalah kebutuhan. Kita tetap boleh bersedih, tapi secukupnya. Nggak baik mendramatisir keadaan, kitalah pengendali kebahagian dan kekuatan kita. Jadilah wanita kuat, realistis dan berperasan. Kita wanita, strong itu kebutuhan dan kita berharga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya