Dari beberapa ceramah para ustadz akan sering kita dengar cerita tentang zaman jahiliyah, diantaranya yang hidup pada zaman itu adalah Abu Jahal dan Abu Lahab. Disebut zaman jahiliyah atau zaman kebodohan bukan karena mereka tidak mengerti ilmu dunia, mereka memiliki nasab yang mulia dan seorang bangsawan. Disebut dengan zaman jahiliyah karena mereka dan pengikutnya tidak mengerti syari'at islam, tidak mengerti mana yang halal dan mana yang haram.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan (utusan) sebelum adanya adzab (kiamat)."


Advertisement

Maka dari cerita singkat diatas, kita semua sebagai calon orang tua untuk anak-anak kita nanti mengerti apa yang harus kita prioritaskan untuk ilmu kita di dunia.

Salah satu kewajiban suami kepada istrinya adalah memberikan pendidikan​

Advertisement

Hatinya Mekkah otaknya Jerman, begitu kata pak Habibie. Maka sebaik-baik para laki-laki adalah menjadi pribadi yang alim. Alim artinya berilmu, sedangkan 'abid berarti ahli ibadah. Ada perbedaan antara keduanya yang kadang banyak orang yang salah kaprah.


Keutamaan orang alim dari seorang yang ‘abid adalah seperti keutamaan bulan pada malam bulan purnama dari seluruh bintang.


Salah satu kewajiban suami kepada istrinya adalah memberikan pendidikan, maka ajarkanlah pendidikan agama islam yang baik dan benar. Karena pendidikan inilah yang nanti akan mereka ajarkan ke anak-anak kalian.

Doa untuk kamu yang masih harap-harap cemas mencari calon istri.

Untuk sebagian yang masih mengaku jomblo, single atau independen fisabilillah alias belum menikah. Maka nasehat dari yang sudah menikah sangat sederhana sekali, yakni: menikahlah!

Jika kita menganggap jodoh itu adalah rezeki, maka sesungguhnya rezeki itu akan datang sama seperti maut atau kematian yang akan datang kepada kita. Maka mari tetap berusaha untuk istiqomah menjalankankan perintah-Nya, karena kita tidak tahu mana yang akan datang lebih dulu kepada kita, jodoh atau maut.

Berikut adalah doa yang sering digunakan pemuda untuk menjalani hidup anti galau:


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ

Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.


Dan berikut adalah doa untuk meminta jodoh kepada Allah:


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

(Al-Furqan: 74)


Untuk kamu yang masih sibuk dengan urusan dunia, dunia dan dunia!

Sesungguhnya Allah sudah membuat semuanya berpasang-pasangan mulai dari Nabi Adam As dengan Siti Hawa. Maka dalam hidup juga ada yang beruntung dan ada juga kurang beruntung. Keberuntungan berada dalam lingkungan orang-orang yang taat kepada Allah adalah nikmat luar biasa, karena kita bisa menjalankan semua perintah-Nya dengan motivasi dari pengetahuan semua keutamaan-keutamaan pahalanya.

Maka bagaimana jika kita termasuk yang tidak beruntung? Hijrahlah!

Datanglah ke majlis ta'lim seperti pengajian, berkumpulah dengan orang-orang soleh disana. Dan perlahan tinggalkan semua yang tidak berguna dalam hidup kita.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama”.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya