Keluargaku mengucapkan salam merupakan hal yang mutlak untuk diucapkan ketika memasuki rumah Setiap kali lupa mengucapkan salam ketika hendak masuk, maka akan mendapatkan hukuman. Hukumannya dapat berupa menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi, dan lain sebagainya.
Mengucapkan salam merupakan hal yang wajib diucapkan ketika hendak masuk rumah. Untuk semua anggota keluarga disini wajib untuk mengucapkan salam ketika memasuki rumah, tegas Ayah.
Kenapa begitu, Yah? pungkasku.
Meskipun yang wajib itu menjawab salam, namun mengucapkan salam juga wajib. Kata salam berisi doa mengenai keselamatan, keberkahan, serta rahmat kepada sesama kaum muslim, jawab Ayah.
Suatu malam hari keluarga sedang berkumpul di ruang makan untuk makan. Pada saat itu aku pulang terlambat karena ada beberapa kesibukan yang harus aku selesaikan. Capek, letih, lapar, semua bercampur menjadi satu dalam tubuhku.
Brakk.. Aku segera membuka pintu.
Andini!! kamu tidak sopan ya. Tidak mengucapkan salam, membuka pintu dengan kasar, tegas Ayah di ruang tamu.
Maaf. Aku sangat capek, kedinginan, ingin segera membersihkan diri, kataku sambil berlari menuju kamar mandi.
Bagaimanapun alasannya, kamu tetap mendapatkan hukuman! pungkas Ayah.
Ya, pada saat itu juga aku lupa untuk mengucapkan salam ketika masuk rumah. Aku harus menerima hukuman yang nanti akan diberikan kepadaku. Orang tuaku mengajarkan semua anak-anaknya untuk bisa bertanggung jawab. Entah dari pekerjaan, kewajiban, maupun konsekuensi yang didapatkan setelah melakukan sesuatu.
Keesokan harinya, aku segera bergegas mengambil peralatan yang aku gunakan untuk menebus kesalahanku atau menjalankan hukumanku. Aku menyapu mulai dari dalam rumah terlebih dahulu.
Assalamualaikum permisi.. tegas Kakakku.
Apa sih Kakak. Kamu sengaja ya mau menggangguku, kataku.
Fitnah saja, kan aku mau jalan ke luar. Emang tidak boleh? tegas Kakak.
Tapi kamu tahu kan aku sedang apa? Seharusnya kamu tahu dong jangan lewat sini dulu, kataku.
Tanpa mengucapkan permintaan maaf  Kakakku bergegas ke luar rumah. Marah, sedih, capek, campur aduk menjadi satu. Tak lama kemudian ia kembali lagi masuk rumah.
Assalamualaikum, permisi ya Adik yang rajin, ucap Kakak.
Kamu sengaja ya, aku bilangin ke Ayah ya, tegasku penuh emosi.
Ayah.. Ayah.. Ayah.. ini Kakak jahat. Ia sengaja lewat di depan aku. Padahal lantainya masih aku sapu, kataku sambil berteriak.
Setelah mendengarkan kegaduhan, Ayah segera keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang telah terjadi.
Ada apa ini? Andini, Fifi. Ayah pusing mendengar kamu berisik. Ada apa ini? tanya Ayah.
Ini Yah kakak jahil ia sengaja melewati lantai yang aku sapu sambil mengejekku, kataku.
Ih.. tidak. Aku mau keluar tadi. Andini saja Yah yang bawa perasaan, ujar Kakak mencari pembelaan.
 Sudah-sudah.. Andini, Fifi. Tidak boleh berantem, kalian ini saudara harus saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Saudaramu kelak yang akan membantumu di masa tua nanti. Ayo sekarang Fifi bantu Andini untuk menyapu ya. Fafi kamu sapu bagian halaman depan saja, pungkas Ayah.
Loh? Kok aku juga yang menyapu Yah? Kan yang kena hukuman Andini, kenapa aku juga? kata Kakak.
Sudah kamu segera bantu Adini buat sapu halaman. Biar semakin cepat selesai nanti kalian bisa istirahat, tegas Ayah.
Aku dan Kakak segera untuk menyelesaikan pekerjaan kami. Kakak menyapu bagian halaman rumah dan aku bagian dalam rumah. Tidak terasa hukuman yang diberikan selesai dengan cepat. Aku pun senang dan akhirnya bisa istirahat. Aku tidak mau mendapatkan hukuman lagi yang terlalu melelahkan untukku.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”