Nampaknya kita tak pernah baik-baik saja hingga saat ini,
terlihat dari caramu sengaja tergesa berjalan menjauh ketika berpapasan denganku dan dia.
Iya, kamu masa lalu dari kekasihku.

Tak apa jika hatimu belum selesai tertata dan sembuh akibat luka yang kau buat sendiri.
Tak apa jika angan masa lalumu dengan mantan kekasihmu masih kerap menghampiri.
Pelan saja tak perlu tergesa, biar waktu juga ikut menyembuhkannya.

Advertisement

Tak ada sedikitpun niat untukku memamerkan tangannya yang kini menggandeng tanganku
atau bahkan memamerkan jika aku bisa menyembuhkan lukanya dari masa lalu.
Aku rasa ada sedikit kesalahpahaman di antara kita yang hingga saat ini aku tak memahaminya.

Jangan bilang aku mencurinya, jika nyatanya engkau memang melepasnya.
Jangan bilang aku merayunya, jika nyatanya engkau sudah tak ingin dengannya, dan
Jangan bilang aku merusak ceritamu, jika nyatanya engkau sendiri yang merusaknya lantas menuduhku.

Mana aku tau jika waktu itu engkau hanya mengambil jeda dalam hubunganmu,
yang nyatanya justru membuat dia jengah dan menyerah.
Mana aku tahu jika engkau masih ingin melanjutkan cerita,
sedangkan dia sudah pergi karena lelah.

Advertisement

Aku rasa memang ada yang salah denganmu.
Jika memang masih ingin dengannya, jangan membuatnya merasa terbuang.
Jika ingin masih dengannya, jangan membuatnya merasa diabaikan.

Bukan hanya kamu yang memiliki hati,
dia juga pernah mencintaimu sepenuh hati.
Bukan hanya kamu yang pernah bermimpi menghabiskan senja dengan secangkir teh bersamanya,
dia pun pernah berusaha untuk mewujudkannya.

Sayangnya, egomu juga sebesar mimpimu,
mengejar mimpimu sendiri tanpa tahu dia sudah lelah mengejarmu yang tak mau diajak berjalan beriringan.

Sekarang nampaknya kamu sedikit kecewa,
ketika tahu dia tetap bisa tertawa seperti saat dia bersamamu.

Lantas aku harus bagaimana?
Jika memang sekarang aku yang ada di hatinya,
jika memang menurutnya aku yang mampu menyembuhkan kecewa akibat masa lalunya denganmu.

Tidak usahlah kau risau berusaha mengembalikan kenangan masa lalunya denganmu.
Kini bahagia dan sedihnya biar jadi urusanku, begitu pun sebaliknya.

Aku juga tak perlu untuk berguru padamu mengenai hal apa saja yang membuatnya bahagia
dan apa saja yang membuatnya kecewa.
Aku juga tak akan bertanya pada mengenai hal apa saja yang dia suka dan tak dia suka,
biar aku dan dia yang membuat cerita baru tanpa saling melibatkan masa lalu.
Aku juga tidak sedang memamerkan hubunganku dengannya
dan seolah kita menunjukkan akan bersama selamanya.

Kami juga tidak tahu jodoh kemana, bisa jadi jika jodohnya denganmu,
maka dia akan kembali denganmu, jangan khawatirkan rahasia jodohnya.
Maka melajulah sendiri dulu, tutup cerita masa lalumu yang membuatmu sedih dan jadi pembenci.

Belajarlah dari kesalahanmu, bahwa semua akan nampak berarti ketika hilang dan pergi,
maka jangan sampai kehilangan lagi.
Biarlah aku dan dia memulai cerita baru, mengikutiku atau dia hanya akan menambah luka di hatimu.
Kamu terlalu istimewa jika hanya berhenti di masa lalu.

Melajulah dengan cerita barumu, maafkanlah masa lalumu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya