Pengaruh budaya korea di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Tidak hanya kaum remaja melainkan merasuk ke seluruh masyarakat di Indonesia. Hal itu dapat kita lihat melalui tren-tren dari masyarakat seperti gaya berpakaian, musik, tontonan, lifestyle, warung-warung yang menjual jajanan korea dan lain-lain.
Karena hal itu, banyak dari kaum remaja yang sangat terpacu bagaimana kehidupan mereka. Salah satu yang paling menjadi pedoman para remaja adalah lifestyle para selebriti korea dimana mereka mengikuti tren fashion korea yang berupa pakaian, accessories, kecantikan yang sering mereka lihat di majalah, koran, tv, dan media-media lain. Memang kebanyakan korban dari korean lifestyle ini terjadi pada kaum hawa, tetapi tidak untuk saat ini bahkan kaum adam pun tidak kalah untuk berstyle bagai oppa korea. Salah satu contoh yang sering terjadi saat ini bagaimana para remaja indonesia yang berusaha agar terlihat sempurna seperti selebriti korea melalui bentuk tubuh mereka. Bagi mereka yang sedikit gendut berusaha untuk menguruskan, mereka berkulit gelap berusaha mencerahkan, yang bertubuh pendek berusaha untuk meninggikan. Â
Kita bisa menilai dari sisi ini bahwa mereka tidak menerima diri sendiri apa adanya. Boleh saja dan bahkan harus merubah penampilan agar terlihat menarik asalkan jangan berlebihan dan terlalu terobsesi oleh penampilan tersebut. Jika dipandang dari teori psikologisnya menurut adler bahwa setiap manusia itu mempunyai rasa inferior. Makna dari inferior di sini adalah rasa kekurangan dan selalu merasa belum tercukupi pada diri seseorang. Jika dikaitkan dengan situasi yang dibahas sebelumnya termasuk kedalam inferior fisik yang merasa dirinya jelek, pendek, hitam, dan sebagainya. Â
Dalam inferioritas ini orang-orang mempunyai jalur yang berbeda untuk memaknainya. Ada yang memaknai dengan hal yang biasa aja dan ada juga orang-orang yang memaknai inferioritas yang berlebihan. Inferioritas ini menjadi sangat kompleks sehingga, dalam seluruh aspek kehidupannya dia mempunyai perasaan inferior. Orang-orang demikian akan memunculkan dorongan menjadi superior yang artinya berkeinginan untuk berkuasa, punya tujuan akhir fiksi dan rendahnya minat sosial.
Solusi untuk menjadi orang yang sehat adalah ketika ia memilik inferioritas pada dirinya maka dirinya memaknai bahwa hal tersebut biasa aja. Tidak hanya fisik yang mereka permaslahkan melainkan juga jajanan korea yang sering mereka beli, menghafal lagu-lagu korea, dan membuat beberapa kelompok atau grub pecinta korea agar mudah dalam berkomunikasi dan mencari informasi sesama pecinta budaya korea.
Para remaja seakan kehilangan jati dirinya dan lupa akan budayanya sendiri. Mereka tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan sebagai penggemar budaya yang berasal dari korea. Mereka beranggapan mengikuti perkembangan tersebut adalah sejalan dengan modernitas yang sedang marak.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”