11 Agustus 2017 aku baru mengenalmu. Seseorang yang beberapa bulan terkahir ini kerap aku amati karena dia berbeda dengan teman-temannya. Beda? Ya, dia beda. Dia pendiam. Disaat temannya yang lain receh menggoda ketika ada wanita yang lewat, dia tetap mengagumkan dengan sikapnya yang diam. Kau mengagumkan, dan diammu menenangkan. Aku suka dengan sifatmu yang demikian. Tetap mengagumkan meskipun kamu pendiam.

Mengenalmu membutku lebih mengerti kamu yang sebenarnya. Kamu bukan laki-laki yang dingin dan angkuh. Kamu sebenarnya menyenangkan. Sikapmu membuatku kagum, aku bahkan tak pernah menyesal mengagumimu. Bagaimana tidak, dalam perkenalan yang singkat ini, kamu sudah bisa membuatku yakin bahwa kau akan menjadi laki-laki yang menyenangkan.

Advertisement

Beberapa kali kau meluangkan waktumu untuk menemuiku. Untuk mengajakku melihat indahnya malam hari disini. Kau selalu berusaha menuruti semua keinginanku. Walau kadang ketika kamu merasa sangat lelah, kau menolaknya. Itu juga dengan cara yang baik menjelaskannya padaku. Tetaplah jadi orang yang pendiam, yang membuat orang lain tertarik dan semakin penasaran.

29 Agustus 2017, akan jadi pertemuan terkhir kita. Semoga Tuhan memberiku kesempatan lagi untuk bertemu denganmu. Maaf jika selama ini membebanimu dengan keinginan-keinginan yang selalu kau turuti. Terimakasih karena tak pernah membuatku kecewa. Terimakasih karenamu, 18 hariku lebih indah. Terimakasih.


Aku pamit.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya