Mengapa harus ada yang berubah di antara kita? Tidak bisakah kita hanya seperti dulu? Melakukan hal-hal menyenangkan dan mengabiskannya bersama. Terlalu membosankankah untukmu? Berjalan berdua bergandengan tangan menikmati angin malam, saling tatap dan tersenyum. Sementara aku ingin selalu melakukannya bersamamu, melakukan hal-hal sederhana kita sebagaimana dulu.

Dahulu cintamu begitu sempurna. Kamu mampu membuatku tersenyum sepanjang hari hanya karena hal sederhana yang kamu kemas dengan cinta untukku. Indah sekali, saat kita menatap langit malam dihamparan rerumputan dan bernyanyi bersama. Bahagia sekali, saat kita duduk berdua di bibir pantai, kau sediakan bahumu untukku bersandar lalu kamu raih dan genggam tanganku erat, sambil kita menunggu matahari pulang keperaduan.

Kenyataannya, hal-hal menyenangkan dan bahagia itu kini telah mengikis. Aku seperti sedang menyaksikan cintamu yang akan segera habis. Bermula dari rutinitas kita yang pelan-pelan hilang dan terlupakan. Lalu, kian hari senyumku kian berbalik. Lalu, kian hari manis sikapmu kian memudar. Semakin lama, hubungan ini semakin datar. Kebersamaan kita begitu hambar. Bukankah hal yang wajar, bila saat ini aku bertanya, sampai kapan hubungan ini terlantar?

Ya terlantar. Aku mengerti kesibukanmu. Lelahmu bekerja demi masa depan yang kamu inginkan, menggapai semua yang belum sempat tercapai olehmu. Namun, tidak bisakah kesibukanmu itu tidak mengurangi kemurnian cinta yang kamu milikki? Aku rindu kesederhanaanmu.

Ternyata mimpimu kian meluas, meninggi, dan menjauhi apa yang menjadi tujuan kita. Saat kamu bilang kamu akan berjuang untuk mengejar mimpi. Berawal dari mimpi yang katamu bisa menyatukan kita lebih dekat lagi. Hasilnya sungguh berlawanan, kamu hanya berjalan terlalu jauh dan kini disibukan membuat mimpi-mimpi lain.

Advertisement


Hard to be sure sometimes

I feel so insecure

And loves so distant and obscure

Remains the cure

All By Myself | Celine Dion


Sementara kamu sibuk dengan hal yang ingin kamu gapai, aku sendiri merasa kesepian. Alhasil, meskipun tubuhmu berada di sampingku, hatiku tetap terasa semakin jauh darimu. Tidak lagi kutemukan bahagia yang dulu kita tenun bersama. Tidak lagi kudapati cinta sejuk yang musim kemarin berhembus di antara kita. Betapa aku merasa hubungan ini sudah begitu hambar dan datar. Mungkinkah dirimu merasakan yang sama?

Kalau boleh memilih, aku akan lebih memilih dihadapkan oleh terpaan ombak, selama kamu masih di sampingku membawa pancaran mata penuh cinta. Dibanding kita berada di tengah laut tenang, kau di sampingku, tapi aku tidak merasa kehadiran cintamu. Dan kurasa kita sedang ada di posisi itu. Posisi yang sangat tenang, sangat sepi, dan sangat hambar. Sehingga, menjalin hubungan ini adalah sebuah kesia-siaan.

Bila memang kamu ingin pergi, pergilah. Kejar segala ambisi dan mimpi-mimpi yang baru saja terkoleksi. Aku tidak ingin menjadi hambatan untukmu berlari. Gugurkan ucapan basa-basi, hanya karena tak tega aku terlukai. Setidaknya itu lebih manusiawi, dari pada bersama tapi tak merasa memiliki. Karena yang kusadari, cinta tidak akan pernah seremeh ini.

Tidak akan kujalani hubungan bila sudah tidak ada arti. Biar aku ikhlaskan hatimu untuk terbang sebebas merpati. Ku relakan jiwamu mengejar yang kau ingini. Namun kamu juga perlu tahu, aku tidak akan lagi disini. Maafkan aku yang tidak akan lagi menunggumu merealisasikan janji. Karena memang aku tidak mampu menunggu lagi. Biar kisah kita berakhir di sini, yang kuyakin suatu saat kisah ini akan menjadi memori. Dengan catatan aku bukan milikmu lagi.