Saya yakin tidak sedikit orang yang ada di seluruh dunia pernah berada pada satu titik di mana ia mulai berpikir tentang dirinya masing masing mengapa ia terlahir di planet bumi. Itu adalah hal yang saya pikirkan sejak duduk di bangku sekolah dasar dan anehnya pikiran itu mulai muncul sekali saat duduk di bangku sekolah menegah atas dan di pertengahan kuliah.

Mengapa kita dilahirkan? Mengapa ada di bumi? Bagaimana kita akan mati? Lalu, mengapa kita tidak diciptakan sebagai malaikat? Dan justru kita diciptakan sebagai mahluk yang terbuat dari tanah liat? Mari kita berpikir sejenak, bagi kalian yang mempercayai adanya surga dan neraka, maka terlintas di pikiran kita untuk memilih diciptakan sebagai malaikat bukan? Mahluk yang selalu melakukan perintah Tuhan serta tinggal di surga, nikmat bukan? Itu sepintas di pikiran saya mengenai kelahiran sebagai manusia.

Tapi, kita akan lebih fokus ketujuan kita hidup di sini. Apa tujuan kalian hidup? Bekerja di tempat yang berkelas? Mendapatkan uang banyak serta kaya raya? Atau ingin hidup serba mewah?

Semua pernyataan itu semua tidak ada yang salah, kok. Hanya kalau kita lebih fokus ke pikiran kita, maka kita akan menemukan sebuah tujuan yang haqiqi. Apakah kalian pernah sakit? Lalu, mau melakukan apa serasa berat dan capek? Lalu, saat kalian sehat kalian berbuat dan mengerjakan sesuatu yang kalian suka bukan? Pernah nggak kita melupakan kewajiban kita karena terlalu fokus dengan hal yang kita suka dan justru menganggap bahwa kewajiban bisa kita tinggalkan begitu saja?

Mari kita sedikit serius di sini, kalian pasti memiliki keyakinan masing-masing bukan? Katakanlah memiliki satu agama. Lantas, sudahkah melaksanakan kewajiban kalian yang sudah tertera di kitab kalian masing-masing?

Advertisement

Lalu, apa yang membuat kita lupa dengan kewajiban? Semua kembali dengan apa yang kita kerjakan saat kita sehat dan sadar. Kita terlalu fokus dengan duniawi namun lupa dengan perintah Tuhan kalian masing-masing. Lalu, karena Tuhan cemburu diberikanlah kalian satu peringatan dengan jatuh sakitnya kalian agar kalian serta saya juga kembali mengingat bahwa kita diciptakan siapa dan untuk menyembah siapa.

Inti dari semua tulisan ini adalah mari kita buka mata. Jangan sampai kita menjadi manusia yang tak tahu diri dan mulai menjalin hubungan baik dengan Sang Pencipta.

Bagi kalian yang merasa hidup terasa kosong tanpa pegangan dan terlalu mendunia, silahkan tinggalkan unek-unek kalian di kolom komentar dan kita semua di sini akan mencoba meringankan kekosongan kalian.