10 Tahun Baik-baik Saja Kah

Ini bukan sekadar drama
Dengan melihatmu berdiri di depanku, benar-benar membuatku ingin memelukmu
Aku tahu ini terasa melelahkan
Tapi mencintaimu adalah kebahagiaan
Tidak perlu lagi kalian larang
Aku sudah tenggelam dalam khayal masa depan
Aku tahu ini terlihat menyedihkan
Tapi melihat air matamu terjatuh adalah kesedihan
Jika hanya aku yang bertahan sampai akhir, maka inilah pilihan
Dan kuharap ini bisa dimengerti, biarkan saja aku apabila kau memang tak bisa
Aku sudah lelah bersembunyi

Advertisement

Luka yang Terobati

Advertisement

Ada kalanya di mana aku hanya membutuhkan dirimu
Bukan untuk selamanya, hanya sekedar bertatap muka dalam hitungan detik
Bukan pula tanpa alasan
Hanya ingin mengingat bagaimana sang rupawan membutakan hati
Hanya ingin memimpikan siapa yang telah memberi arti jerit perih
Para tetua pernah berkunjung ke lubang harapan
Dimana hati masih membeku entah harus berbuat apa
Hingga akhirnya seseorang yang memberi sakit juga memberi arti aman pada hati tak bertuan
Berjuang dalam kesunyian membuang semua kesempatan
Untuk bisa hidup lebih dari sekadar mencinta tapi juga turut dicinta

Tamat​​​

Bulan lalu..
Novel tentangmu tamat
Sedikit mimpi buruk membuat berkata
"akhiri semua ini dengan cepat".
Intensitas bertemu tak lagi diperhitungkan..
Malah ingin berucap "menghilang saja!"
Egois menamparku dan kejadian selanjutnya adalah terdiam (otakku tidak)
Diam-diam kurekam dalam imaji..
Catatan suara 1: jurang semakin besar karena ego, tapi itu akan berakhir hari ini. Kau bisa tenang sekarang karena aku ingin mendamba yang lain.

Nama: Indrianti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya