Fitnah Suatu Hari

Padahal hanya karna sebait perasaan
Kecewa, benci sampai memaki
Aku diburu habis oleh prasangka
Dilempar tak menentu seperti bola dadu
Haruskah aku kubur dalam-dalam
Atau biar menyeruak hingga sesak
Biar yang bertelinga bakal khusyu'
Biar yang bermata bakal fokus
Biar berbisik-bisik tentang burukku
Biar muncul isu-isu tak berguna selanjutnya
Biar puas, biar aku tak perlu meredam
Biar bengkak, biar meledak
Biar habis, biar melebur sendiri
Lalu muncul korban lagi

Advertisement

Pagi hari, Oktober 2018

May

Advertisement

Bersandar pada tiang kusam
May merenung menghitung-hitung
Soal dosa, soal rumit rumus hidup
Soal jati diri, soal perempuan atau lelaki
Dimana kira hilangnya
Kegagahan paripurna seorang sepertiku
Bukan gemulai semestinya bangkit
Tapi bisa apa, terlanjur laku apa adanya
Sekalipun jalang atau hidung belang
Tidak ada artinya sama sekali
May menunduk merenung lagi
Teringat soal ajal, soal kubur
Soal nasib, soal hidup atau mati
Bagaimana seharusnya
Menjelma sebagai manusia tau harkat
Tau martabat dan harga diri
Kadang berpikir terlalu hina
Terlalu naif, terlalu munafik
Atau sudah nyaman dengan kodrat ciptaannya sendiri
Mungkin belum tiba waktunya saja
Waktu untuk berbenah dari salah
Dari kekhilafan sehari-hari
Semoga hidayah datang kembali

Oktober 2018

Harga Diri

Katanya aku ini tumpukan nasi basi
Menyebar busuk ke hidung lelaki
Katanya aku ini menjijikkan
Menutupkan mata jika berpandangan
Katanya aku ini sekedar sampah
Tak layak untuk dijamah
Katanya aku ini murahan
Sekelas jajaran barang loakan
Tapi aku manusia
Aku wanita penjaja malam gulita
Aku miliki rupa juga nurani
Satu kaum dengan insani
Jangan!
Jangan cacian kau sodorkan!
Jangan pula kau salahkan!
Aku juga makhlukNya
Aku juga ciptaanNya
Hanya saja…
Nasib kita berbeda…

'12
Faridhotun Nikmah

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya