Bintang Manis

Aku sayang kamu seratus tahun lalu
Aku rasa aku cinta kamu
Aku datang ke kamu
Aku kamu kita ketemu
Biar begini saja asal suka
Asal suka-ku lihat kau
Siapa kamu? Bisa buat aku suka
Aku suka lihat kamu; orang bilang aku suka
Biar orang bilang suka
Aku berjalan sepatu di kaki
Orang pakaikan topi di kaki
Orang tahu apa bintang terang
Tahu mereka di angkasa
Subhanallah! Hijab coklat garis putih
Ujung berlipat terlihat manis
Shalehah behijab coklat, terlindung
Niqab sesuai hadits
Cinta kau
Cintaku merah delima, cintaku padamu
Kau yang ada kamu milikmu kucinta kamu
Kau yang padaku
Kamu aku kita
Kita?
Di bawah sinar bulan
Dalam dingin malam mari bicara
Masa depan, merah delima, melamarmu
Apa adanya?
Shalehah dalam merah
Mereka bilang apa?
…….. Kamu merah delimaku
………Hijab coklat kamu
………Warna ku – menurut kau
Terlindung jiwa kau shalehah
Akhlakmu warna hijau
Warnaku hijau-biru
Warna merah dalam hijaumu
Engkau sederhana dalam hidup kau
Senyum menawan temaram bulan
Kau buah hijau manis, aku cinta kau
Hijaumu dunia menyebutmu
Shalehah dalam merah
Mereka bilang apa?
………. Kau dan aku saja
………. Biarkan merekah merah delima
………. Dingin malam kita bicara
Kita menikah meraih dunia
Mawar dan mahar akan ku bawa
Kau dan aku saja
Terang lilin tengah laman
Lambat laun habis juga
Delimaku, kucinta kau
Nama mu, menetes dingin bagai embun
Meraba sampai ketulang; dingin.
Apa kau tahu bintang, warna mu merah
Delima dari kejauhan
Apa kau tahu?
Orang membaca dari belakang
Dari depan terlindung manis
Bintang, aku cinta belakang dan depan
Aku cinta kau bintang
Puisi bergaris
Terbaca seyum manis
Hijab coklat putih bergaris
Tertutup niqab tambah manis

Advertisement

Retak Seribu

Ketika
Lautan bahagia terbentang
Dunia bagai taman seribu kembang
Aroma memecah cakrawala
Mengundang banyak kiasan bintang
Duhai sayang
Kini; serasa hilang dalam kenangan
Syair tak kunjung padam
Lirih dalam bulir air mata
Saat semua menjadi sirna
Mengapa; retak cinta menghujam jiwa
Setia menjadi tak berharga
Tulus seakan binasa
Karma; mungkinkah
Apa salah; terjadi tanpa berbuat dosa
Tapi; semua kehendak Allah
Pasrah menjadi pintu bahagia
Tak mudah; harus bisa
Kucoba menyingkir
Walau retak seribu teruki

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya