Confident

Senduku kini

Advertisement

Sendirian merenung

Betapa kutakut pada masa depan

Gelap dan curam

Advertisement

Pikiranku agak kacau

Kadang air mataku mengalir tiba-tiba

Semua kini tampak begitu hitam dan menakutkan

Mungkin dulu aku bisa tersenyum sedikit

Karna aku percaya diri

Tapi kini..

Kini Aku terhempas jauh

Saat mulut-mulut itu menusuk

Perlahan aku jatuh

Perlahan aku terluka

Dan kini aku takut dunia luar

Kini Aku tidak pernah percaya diriku sendiri

Selalu kumerasa rendah diri

Dan kadang aku ingin mengasingkan diri

Betapa diriku tidak punya kepercayaan diri lagi

Aku sedikit resah dan merasa tidak diterima

Lalu aku takut mulut itu menusukku lagi

Dulu betapa percaya dirinya aku

Betapa kucintai diriku sendiri

Betapa yakinnya Aku

Meski banyaknya kekuranganku

Tapi semua seolah sirna

Hanya karna celotehan demi celotehan

Tiba-tiba seperti lumpuh dan tak tahu harus bagaimana

Betapa asamnya hingga tak bisa kutelan

Semua itu selalu ku ingat tak bisa kulupa

Aku hilang tertelan omongan

Hanya menepi di sudut kamar

Tapi aku tau hidup harus tetap berjalan

Karna itu aku menutup telingaku

Mengabaikan setiap celotehan

Aku mencintai diriku sendiri

Setiap manusia mempunyai kekurangan

Dan aku berhak untuk hidup

Mencintai setiap kekurangan yang kumiliki

Mengabaikan setiap omongan sampah itu

Waktu adalah obat terbaik saat terluka dan sedih

Aku bisa bangkit dan melukis pelangi di hidupku

Karna kalian tidak berhak menaruh mendung di hidupku

Aku akan tetap tersenyum seperti halnya pelangi setelah hujan

Senja

Seperti senja..

Begitu indah tapi cepat sekali berlalunya

Saat itu kau datang menyapa

Tapi kini kau sudah tenggelam

Dulu aku suka lagu kasmaran

Sekarang aku hanya bisa bernostalgia

Aku takkan berharap lagi

Aku takkan menunggu lagi

Karna bagai senja yang kusuka

Tapi hanya hadir sebentar saja

Kata orang waktu adalah obat terbaik saat sedih

Jadi aku nikmati waktu terbaikku tanpa kau lagi

Kemudian kau hilang

Dan aku pun sudah tak peduli

Karna hidupku adalah tentang diriku sendiri

Bukan tentang dirimu

Karna hidup tergantung bagaimana kita menyikapi

Dan kumenyikapinya sebagai pelajaran

Dwi Novianti (@ndndwi)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya