Suatu Waktu di Hidupmu

Suatu waktu… di hidupmu… dulu…

Advertisement

Saat kau bercerita semua hal tentang dirimu… aku menyadari sesuatu…

Tak pernah ada ruang di bahumu untuk sebentar saja kusandarkan galauku..

Tak pernah kau inginkan meskipun sekali saja… untuk menjadi bagian dari hidupku…

Advertisement

Tapi aku tetap memilih untuk menorehkan semua tawa & ceriaku disisa waktuku bersamamu…

Karena jika ada sekali waktu kau mengingatku… hadirku yang berwarna seperti itulah yang kuharap muncul dalam ingatanmu…

Suatu waktu… di hidupmu… tanpa pernah kau tahu…

Genggaman tanganku mulai merapuh…

Kusadari langkahku tak akan pernah cukup cepat dan tabah untuk selalu mengiringimu…

Perlahan aku berhenti dan kutatap bayangan pundakmu semakin menjauh…

Saat itu senyum tulusku mengiringi langkah yang membuatmu perlahan menghilang dari jangkauanku…

Suatu waktu… di hidupmu… di saat-saat teduh…

Kenanglah aku seperti buku harian yang pernah berisi penuh tentang cerita-cerita lamamu…

Halaman-halaman hatiku pernah menuliskan galau dan tangismu, tawa serta mimpimu…

Mungkin jika kau buka halaman lusuhku di kala itu…

Kau akan temukan beberapa tinta tulisanmu mengabur karena genangan airmataku…

Suatu waktu… di hidupmu… di hari-hari kebahagiaan merengkuh…

Aku ingin kau mengenangku sebagai secercah cahaya yang pernah menerangi kala matahari tak bersinar di hari-harimu…

Kesabaranku pernah mengiringi langkah rapuhmu..

Meski bagimu itu hanya berkasan kelabu yang keliru… Dan saat matahari bersinar cerah kembali diharimu…

Silau cahayanya akan menepis arti hadirku, hingga tak akan meninggalkan jejak apapun dalam hidupmu…

Suatu waktu… di hidupmu… akan tiba juga waktu untukku…

Saat semua kesempatan telah berlalu dan aku tak diperkenankan lagi untuk menoleh jika suatu saat kau membutuhkanku…

Meski aku berharap saat itu tidak akan pernah tiba dan aku bisa memastikan kebahagiaanmu sebelum semuanya berlalu…

Tapi terkadang waktu akan lebih berkuasa dariku…

Dan kita tak mungkin lagi bisa bertemu…

Takkan ada lagi aku untuk mendengar semua celoteh tentang harimu…

Suatu waktu… di hidupmu… jika sekali saja kau menginggatku…

Pandangilah langit biru yang selalu setia menaungimu…

Meski kau takkan menemukanku tapi ingatlah bahwa aku akan selalu menjagamu dalam doaku…

Dan jika setelah itu hujan turun membasahimu…

Biarkanlah rinai dinginnya merengkuhmu…

Mungkin saat itu di tempat yang jauh darimu…

Aku juga sedang menatap langit biru…

Mengenangmu dalam haru dan diamku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya