Perasaan yang selama ini sedangku alami, setelah ku melewati trauma tentang cinta hingga akhirnya menemukan seseorang yang berhati baik, penyabar bahkan aku membuat kesalahan dia yang minta maaf, dia memperlakukan ku dengan lembut dan sepenuh hati, bahkan dari sejak kenal dia memang sudah memiliki niat untuk keseriusan denganku, nah sejak awal itu tumbuhlah rasa cinta dan sayang walaupun belum pernah liat aslinya.
Awal-awal kita kenal yaitu melalui grup whatsapp yang awalnya kita tidak kenal menjadi kenal dan sering kita chating lama-kelamaan kita deket dan sebelum itu kita sering dijodoh-jodohkan oleh teman-teman yang ada digrup tersebut. Nah mungkin dari situ kita akrab sebagai teman, dulu kita tidak ada kepikiran untuk menjalani hubungan segala macam. Sebelum kita deket sempat admin group chat pribadi ke aku yang katanya mending sama dia aja soalnya dia baik loh banyak banget yang bilang sama aku kalau dia itu baik ke semua orang, mungkin kebaikan dia dimanfatkan oleh banyak orang.
Awalnya dia sering banget upload foto cewe yang katanya adeknya, tidak tahu kenapa aku merasakan kecewa telah menaruh harapan ke orang lain yang belum tentu itu akan jadi milikku. pas waktu pertama kali kita vc itu kita mau nyanyi tapi kita tidak vc berdua tapi kita vc bertiga yang satu non islam, pas waktu itu aku vc tapi tidak pakai hijab langsunglah dia marah-marah sama aku, dalam hatiku masih adakah cowo zaman sekarang yang menegur cewe yang tidak pakai hijab, masyaallah banget ternyata masih ada.
Sebelum kita pacaran pun kita sering telponan terus vc an sampai ketiduran dan mungkin rasa nyaman tiba-tiba muncul begitu saja. Dia itu sering banget curhat tentang cewenya yang katanya kok dia udah berubah ya sekarang dan masih banyak lagi, dan aku cuman bilang sabar mungkin cewekmu lagi capek atau apa. Mungkin dari situ dia sadar kalau cewenkya dia tidak baik untuknya.
Dan dibulan januari 2021 dia berani untuk mengungkapkan semuanya dan sejak hari itu aku dan dia memulai menjalani cinta jarak jauh. Ya walaupun kita tidak bertemu tidak menutup keinginan kita untuk bertemu satu sama lain ya mungkin kalau dikata orang-orang itu tidak mungkin, tapi kalau Allah sudah berkehendak ya itu bakalan terjadi.
Setelah kita menjalin hubungan dia semakin cerewet selalu mengingatkan untuk sholat, makan dll. Ya walaupun kita malam mingguannya secara virtual tapi kita harus tetap bersyukur dan harus percaya suatu saat kita pasti akan dipertemukan oleh Allah, mungkin banyak orang yang terlalu berfikir negative thingking dengan hubungan virtual dan juga ada yang bilang kalau semisal dia disana udah punya pacar atau istri gimana kan bahaya dan masih banyak lagi kata-kata yang seperti itu.
Dan bersyukurnya dia bisa menerima aku apa adanya bukan apa adanya, pada waktu aku ujian dia juga yang menemani aku belajar sampai larut malam dan pas waktu ujian dia selalu bilang apapun hasilnya syukuri saja jangan sampai tidak mensyukuri apa yang telah kamu raih, dan waktu aku mau daftar untuk masuk kuliah dia juga mendukung dan menyuruh aku untuk kuliah di dekat rumahnya tapi aku tidak mendapat izin dari orang tua dan akhirnya aku memutuskan untuk kuliah yang dekat-dekat saja dari rumah. Dibalik semua itu kita juga sering ribut karena masalah sepele, mungkin banyak quotes ataupun banyak yang bilang anak pertama pacaran sama anak terakhir pasti tiap hari tidak bertengkar yang satu egoisnya tinggi dan yang satu tidak mau untuk mengalah.
Pada waktu hubungan sudah sampai enam bulan dia berubah drastis sifatnya ke aku dan bulan-bulan itu juga kita bertengkat terus-terusan. Dan akhirnya aku tidak kuat sama sifatnya dia yang terlalu egois sekali dan aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan awalnya dia tidak mau untuk putus sama aku ya banyak alasan salah satunya masih sayang ini dan itu tapi aku masih tetap dengan pendirianku dengan mengakhiri hubungan ini.
Tapi sehabis putus aku merasa kehilangan dia mungkin sudah tidak ada yang mengingatkan unutk makan ataupun itu. Terlalu bucin? Iya, mungkin karena aku terlalu nyaman dengan dia dan aku baru pertama ketemu dengan cowok yang terlalu memperhatikan untuk menjaga aurat pasangannya.
Dan akhirnya aku chat dia lagi karena aku merasa kalau ini semua karena keegoisan ku semata, tapi syukurnya dia masih memantau aku lewat story whatsappku walaupun kita udah tidak ada hubungan apa pun dan juga tidak lupa untuk mengingatkan untuk sholat makan dan juga unurk menjaga aurat ku. Ya walaupun aku belum dikenalkan dengan orang tuanya tapi aku bersyukur kenal dengan dia walaupun aku sama dia belum pernah bertemu tapi aku yakin suatu saat nanti pasti kita akan bertemu.
Kita punya keinginan untuk pergi ke tempat-tempat wisata seperti Dieng, Jogja dan masih banyak lagi dan ya meskipun kita tidak lagi mempunyai hubungan yang spesial. Dan sekarang kita mikirnya cuman jika ditakdirkan untuk bersama maka kita akan bertemu dan kita akan bahagia bareng-bareng, kalau pun tidak ditakdirkan semoga kita bahagia dengan apa yang kita miliki nanti dan jangan lupa untuk bersyukur apa yang kita miliki nantinya.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”